[Locusonline.co] BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap Masjid Agung Alun-alun Bandung. Masjid bersejarah ini, kata Farhan, bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol kebersamaan umat dan warisan yang harus dimakmurkan bersama.
Ajakan ini disampaikan Farhan dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Agung Kota Bandung, Senin (16/3/2026). Ia menegaskan bahwa masjid ini adalah milik semua, bukan milik pemerintah semata.
“Masjid Agung Alun-alun Bandung ini bukan milik pemerintah, tetapi milik umat. Karena itu mari kita makmurkan bersama, baik dengan beribadah, mengikuti kajian, maupun bersedekah,” kata Farhan.
Peran Strategis Masjid untuk Umat
Menurut Farhan, masjid memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar tempat shalat. Ia adalah pusat kegiatan umat, ruang pembinaan masyarakat, dan simpul peradaban.
Perhatian Khusus untuk Generasi Muda
Di sela-sela pesan kebersamaan itu, Farhan juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama di era digital. Tekanan media sosial, perundungan daring (cyberbullying), hingga gangguan kesehatan mental menjadi ancaman nyata.
Untuk itu, Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Sejumlah langkah strategis telah dan akan dilakukan, antara lain:
- Pembentukan Tim Patroli Anti Geng Motor: Melibatkan unsur Dishub, Satpol PP, kepolisian, dan TNI untuk memberantas aksi geng motor yang meresahkan.
- Program Pendidikan Karakter: Bekerja sama dengan aparat keamanan untuk membina siswa tingkat SMP agar memiliki mental yang kuat dan terhindar dari pengaruh buruk.
- Perluasan Layanan Kesehatan Mental: Menghadirkan psikolog dan psikolog klinis di sejumlah puskesmas untuk memberikan pendampingan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang mengalami tekanan psikologis.
Tanggung Jawab Bersama
Farhan menegaskan bahwa upaya menjaga dan membina generasi muda tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah. Peran aktif masyarakat dan keluarga adalah kunci utama.
“Kita harus bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salihah serta mampu menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Dua pesan penting disampaikan Farhan dalam satu kesempatan: memakmurkan masjid dan melindungi generasi muda. Keduanya saling terkait. Masjid yang makmur akan menjadi benteng moral bagi masyarakat, tempat di mana generasi muda bisa mendapatkan bimbingan dan perlindungan dari pengaruh negatif era digital. Mari bersama-sama wujudkan Bandung yang agamis dan ramah bagi semua. (**)














