Pesan ini seolah menjadi pengingat bahwa mudik bukan sekadar pergerakan kendaraan, tetapi juga ujian emosi massal tahunan.
Pemerintah daerah, kata Syakur, berupaya memastikan bahwa para pemudik baik yang menuju Garut maupun sekadar melintas mendapat pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.
“Harapannya, semua yang lewat Garut punya kesan baik,” ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap penerapan sistem satu arah sebagai solusi cepat dalam mengurai kepadatan, terutama di titik-titik rawan.
Di tengah realitas bahwa kemacetan sulit dihindari sepenuhnya, upaya ini setidaknya menjadi langkah agar perjalanan mudik tidak berubah menjadi kisah panjang tentang berhenti, melainkan tetap bergerak, meski perlahan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










