[Locusonline.co] SOREANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri atau H-4 Lebaran, harga daging sapi di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami kenaikan yang signifikan. Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan konsumen, tetapi juga para pedagang yang merasakan dampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat dan omzet penjualan mereka.
Kenaikan harga jelang Lebaran memang menjadi fenomena tahunan, namun para pedagang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan agar tidak merugikan pelaku usaha maupun konsumen.
Pedagang: Niatnya Mau Demo Biar Pemerintah Tahu!
Salah satu penjual daging sapi, Ina Kurnia (42) , mengungkapkan rasa frustrasinya. Kenaikan harga yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuatnya sempat berencana melakukan aksi protes. Baginya, ini adalah cara agar pemerintah benar-benar memahami kondisi di lapangan.
“Kemarin-kemarin kalau ada rencana mah pengin demo dulu biar konsumen tuh tau daging sekarang tuh lagi naik. Kalau gak didemoin tuh pemerintah kayak kita yang diada-adain aja, padahal dari sananya emang lagi naik,” ucapnya dengan nada kesal .
Ina menyebutkan bahwa kenaikan harga membuat sebagian pelanggan, terutama rumah tangga, mengurangi pembelian. Situasi tahun ini terasa berbeda dan lebih berat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Untuk saat ini mah biasa-biasa aja, asa beda sama tahun kemarin, kalau tahun kemarin pendapatannya lebih rame,” ujarnya .
Ia juga menyoroti bahwa mayoritas pelanggannya adalah pelaku usaha rumah makan yang membutuhkan pasokan daging setiap hari. Kenaikan harga jelas memberatkan, baik bagi pedagang maupun konsumen akhir.
“Harapannya pingin normal aja harganya. Karena kan kita mayoritas pembelinya rumah makan, warga masyarakat kasian kan gitu. Kalau rumah makan kan dipake nya tiap hari, kalau rumahan paling seminggu sekali, kadang-kadang dua minggu sekali,” ungkapnya .
Penjualan Sepi, Beda Jauh dengan Tahun Lalu
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Asep Sodik (50) . Ia mengakui bahwa penjualan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan Ramadhan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun ini penjualan agak kurang, beda sama dengan tahun kemarin kalau dari segi penjualan,” ungkapnya .
Asep berharap harga daging dapat segera kembali stabil seperti hari-hari biasa. Dengan harga yang normal, daya beli masyarakat diharapkan meningkat, dan para penjual daging bisa memperoleh pendapatan yang lebih baik ke depannya. (**)
Rangkuman Keluhan Pedagang
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Pasar Soreang, Kabupaten Bandung |
| Komoditas | Daging sapi |
| Waktu Kenaikan | H-4 Lebaran (17 Maret 2026) |
| Dampak ke Pedagang | Omzet turun, penjualan sepi dibanding tahun lalu |
| Dampak ke Konsumen | Daya beli menurun, pembelian dikurangi |
| Harapan Pedagang | Stabilitas harga, perhatian pemerintah |














