Kamis, 4 Juni 2026

Cinta, Cemburu, dan Karpet Misterius: Drama Pembunuhan Cucu Mpok Nori yang Mengalahkan Sinetron Ramadan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 24 Maret 2026 | 12:48 WIB
Gambar Ilustrasi AI
Gambar Ilustrasi AI


LOCUSONLINE, JAKARTA - Kasus pembunuhan terhadap Dwintha Anggary (37), cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori, kini berkembang layaknya serial kriminal dengan plot yang makin tebal minus jeda iklan. Polisi akhirnya menangkap pelaku bernama Fuad, sekaligus membuka tabir fakta-fakta yang sebelumnya hanya jadi bahan spekulasi publik.





Alih-alih menyerahkan diri, pelaku memilih gaya hidup “nomaden dadakan” dengan berpindah dari Bogor ke Sukabumi. Namun perjalanan itu berakhir antiklimaks saat ia ditangkap di rest area KM 68 Tol Tangerang–Merak, tepat ketika hendak menyeberang ke Pulau Sumatera. Polisi menyebut upaya pelarian ini sebagai bentuk penghilangan jejak, meski akhirnya jejak itu justru makin jelas.





Di balik tragedi ini, keluarga korban mengungkap riwayat hubungan yang tidak sehat. Dwintha dan pelaku diketahui pernah menikah siri, namun berpisah setelah konflik yang memuncak pada momen Nisfu Sya’ban. Kata “talak” sempat meluncur, meski kemudian dianggap sekadar emosi sesaat oleh pelaku.





Namun, konflik tak berhenti di situ. Pelaku bahkan sempat melukai dirinya sendiri di depan keluarga korban, ini sebuah adegan dramatis yang membuat keluarga memanggil polisi. Sayangnya, pelaku kabur sebelum petugas tiba, meninggalkan tanda tanya yang kini terjawab dengan cara tragis.






Baca Juga : Restorative Justice Rasa Ruang Tamu: Kritik Mantan Wakapolri, Damai Boleh Asal Jangan ‘Ngopi’ di Luar Prosedur






Polisi mengungkap motif pembunuhan diduga kuat dipicu rasa cemburu. Pelaku mengaku melihat korban bersama pria lain di sebuah bazar Ramadan. Pertemuan itu memicu pertengkaran yang berlanjut hingga malam hari.





Dalam kondisi emosi yang tak terkendali, pelaku kembali mendatangi korban. Pertikaian pun berujung fatal: korban dicekik sebelum akhirnya diserang menggunakan pisau. Sebuah akhir tragis dari konflik yang sebenarnya sudah lama mengendap.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X