Imbauan ini ditujukan agar pemudik bisa menunda kepulangan dan mengurai kepadatan. Namun di lapangan, pilihan antara kerja daring atau kejar absensi kantor tetap jadi dilema klasik.
Korlantas juga mengingatkan pemudik untuk tidak menjadikan bahu jalan tol sebagai tempat istirahat. Selain berbahaya, kebiasaan ini kerap menjadi pemicu kemacetan yang lebih panjang dari niat awalnya.
“Bahu jalan itu untuk darurat, bukan untuk tidur siang,” tegas Agus, mengingatkan bahwa satu kendaraan berhenti bisa berujung pada efek domino yang panjang.
Imbauan lain yang tak kalah penting: jangan pulang di hari yang sama. Karena jika semua orang punya ide yang sama, hasilnya justru tidak ada yang bergerak.
Dengan skema ini, Polri berharap arus balik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada rekayasa jalan, tetapi juga “rekayasa niat” para pemudik.
Sebab pada akhirnya, jalan bisa diatur satu arah tapi keputusan manusia tetap banyak arah.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”













