Kim juga memastikan bahwa kesiapan pasukan nuklir negaranya akan terus ditingkatkan untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai “ancaman strategis”. Tidak dijelaskan secara rinci ancaman yang dimaksud, tetapi pesan utamanya jelas dimana Korea Utara tidak sedang menurunkan tensi.
Di tengah dunia yang sibuk membicarakan de-eskalasi konflik di berbagai kawasan, Korea Utara justru menegaskan satu hal: nuklir bukan kartu tawar, melainkan fondasi.
Jika negara lain berbicara tentang perdamaian dengan diplomasi, Pyongyang tampaknya memilih berbicara dengan deterrence. Dan dalam kamus Kim Jong Un, kompromi mungkin ada tapi bukan untuk urusan hulu ledak.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










