[Locusonline.co] BANDUNG – Suasana arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di Terminal Cicaheum, Selasa (24/3/2026). Meski belum terjadi lonjakan signifikan, pergerakan pemudik yang kembali ke Bandung mulai terlihat melalui kedatangan bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang silih berganti memasuki area terminal.
Berbeda dengan gambaran padat dan riuh saat puncak arus mudik, suasana di terminal ini justru cenderung lebih terkendali. Penumpang turun satu per satu dari bus dengan barang bawaan secukupnya, tanpa antrean panjang maupun kepadatan berlebih di area kedatangan.
836 Penumpang Tiba, 91 Bus Masuk Terminal
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menyampaikan bahwa arus balik mulai terbaca sejak H+2 Lebaran. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penumpang yang tiba pada Senin (23/3/2026) mencapai 836 orang dengan total 91 armada bus yang masuk ke terminal.
Angka tersebut menjadi indikator awal pergerakan balik pemudik, meskipun belum menunjukkan lonjakan yang signifikan seperti yang biasanya terjadi pada puncak arus balik.
Menurut Asep, pola arus balik tahun ini cenderung lebih menyebar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemudik tidak kembali secara bersamaan, melainkan memilih waktu yang lebih fleksibel untuk menghindari kepadatan.
“Tahun ini pemudik lebih pintar memilih waktu. Mereka tidak ingin terjebak macet panjang, jadi pilihan waktu pulangnya lebih beragam,” ujarnya.
Puncak Arus Balik Diprediksi 24-29 Maret
Asep memperkirakan puncak arus balik di Terminal Cicaheum baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, tepatnya mulai 24 Maret hingga 28-29 Maret 2026. Pada periode tersebut, volume kedatangan penumpang diprediksi meningkat seiring berakhirnya masa libur panjang.
“Kami perkirakan puncaknya akan terjadi di rentang tanggal itu. Jumlah bus dan penumpang akan meningkat signifikan,” jelasnya.
Terminal Cicaheum saat ini dalam kondisi siaga. Meski arus balik mulai terasa, suasana masih terkendali dan belum terjadi lonjakan ekstrem. Petugas tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan dan menjaga kelancaran arus penumpang. Masyarakat yang akan kembali ke Bandung diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak, menghindari jam-jam puncak jika memungkinkan. (**)












