LOCUSONLINE, GARUT – Konflik bersenjata antara Israel dan Iran kembali memasuki babak yang semakin “terorganisir rapi” setidaknya dari sisi serangan. Militer Israel menyatakan akan terus menggempur seluruh rantai produksi rudal Iran, dari pabrik hingga peluncur, seolah sedang menjalankan audit industri, hanya saja dengan bom.
Melansir berita TV setempat. Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, menegaskan bahwa dalam 24 jam terakhir pihaknya telah melancarkan beberapa gelombang serangan ke wilayah Iran. Targetnya jelas yaitu pusat komando, fasilitas produksi, hingga lokasi peluncuran rudal.
“Kami menyerang setiap mata rantai dalam sistem rudal,” ujarnya dalam pengarahan resmi, Selasa (24/3/2026).
Menurut militer Israel, intensitas peluncuran rudal dari Iran kini menurun menjadi rata-rata sekitar 10 rudal per hari. Namun, strategi yang digunakan berubah menjadi lebih jarang, tapi dalam jumlah besar sekaligus, terutama mengarah ke pusat populasi.
Israel pun mengklaim siap menghadapi pola serangan tersebut, sembari menegaskan akan terus “memburu” personel hingga komandan dalam jaringan rudal Iran.
Di tengah strategi militer yang terdengar sistematis, korban sipil tetap menjadi realitas yang tak bisa dihapus dari laporan harian. Sedikitnya belasan orang dilaporkan terluka akibat serangan Iran sepanjang hari.
Baca Juga : Trump Klaim ‘Obrolan Mesra’ dengan Iran, Teheran Balas dengan ‘Itu Ngaco’
Di wilayah Bnei Brak, layanan darurat Magen David Adom mengevakuasi sembilan korban ke rumah sakit. Satu di antaranya, pria berusia 23 tahun, mengalami luka sedang akibat pecahan proyektil, sementara delapan lainnya termasuk enam anak mengalami luka ringan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











