LOCUSONLINE, JAKARTA – Pemerintah kembali mengandalkan jurus klasik yang selalu muncul saat Lebaran yaitu mengubah jalan tol menjadi “jalur takdir satu arah”. Kali ini, rekayasa lalu lintas one way tahap dua di ruas Tol Trans Jawa diberlakukan secara bertahap atau dalam bahasa halusnya: fleksibel mengikuti kepadatan yang tak pernah benar-benar jinak.
Kebijakan ini sudah mulai diterapkan dari Km 263 hingga Km 70, menyusul arus balik yang terus mengalir deras menuju Jakarta, kota yang selalu dirindukan sekaligus dikeluhkan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa pengaturan ini dilakukan dengan pendekatan “situasional” sebuah istilah resmi untuk menggambarkan kondisi lapangan yang seringkali lebih dramatis dari rencana di atas kertas.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi di lapangan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026), dalam pernyataan yang terdengar seperti janji bahwa kemacetan akan dihadapi dengan sabar, bukan dihapuskan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari berbagai wilayah di Trans Jawa, mulai dari Semarang Raya, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, semuanya bergerak serempak menuju satu titik: ibu kota yang tampaknya tak pernah cukup luas menampung rindu sekaligus roda kendaraan.
Namun, puncak skenario belum selesai. Jika volume kendaraan di Km 414 Gerbang Tol Kalikangkung menyentuh angka “keramat” 4.000 kendaraan, maka one way nasional siap diberlakukan pada Sabtu (28/3/2026). Dengan kata lain, jika arus semakin padat, maka seluruh sistem akan dinaikkan levelnya dari sekadar pengaturan menjadi operasi besar-besaran melawan kemacetan yang sudah seperti tradisi tahunan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









