Kamis, 4 Juni 2026

One Way, One Drama: Jalan Tol Disulap Jadi Jalur Satu Arah, Pemudik Diminta Ikut Arus Bukan Perasaan

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Jumat, 27 Maret 2026 | 14:59 WIB
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi


LOCUSONLINE, JAKARTA - Pemerintah kembali mengandalkan jurus klasik yang selalu muncul saat Lebaran yaitu mengubah jalan tol menjadi “jalur takdir satu arah”. Kali ini, rekayasa lalu lintas one way tahap dua di ruas Tol Trans Jawa diberlakukan secara bertahap atau dalam bahasa halusnya: fleksibel mengikuti kepadatan yang tak pernah benar-benar jinak.





Kebijakan ini sudah mulai diterapkan dari Km 263 hingga Km 70, menyusul arus balik yang terus mengalir deras menuju Jakarta, kota yang selalu dirindukan sekaligus dikeluhkan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa pengaturan ini dilakukan dengan pendekatan “situasional” sebuah istilah resmi untuk menggambarkan kondisi lapangan yang seringkali lebih dramatis dari rencana di atas kertas.





“Pengaturan lalu lintas dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi di lapangan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026), dalam pernyataan yang terdengar seperti janji bahwa kemacetan akan dihadapi dengan sabar, bukan dihapuskan.





Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari berbagai wilayah di Trans Jawa, mulai dari Semarang Raya, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, semuanya bergerak serempak menuju satu titik: ibu kota yang tampaknya tak pernah cukup luas menampung rindu sekaligus roda kendaraan.





Namun, puncak skenario belum selesai. Jika volume kendaraan di Km 414 Gerbang Tol Kalikangkung menyentuh angka “keramat” 4.000 kendaraan, maka one way nasional siap diberlakukan pada Sabtu (28/3/2026). Dengan kata lain, jika arus semakin padat, maka seluruh sistem akan dinaikkan levelnya dari sekadar pengaturan menjadi operasi besar-besaran melawan kemacetan yang sudah seperti tradisi tahunan.





Tak hanya itu, Korlantas juga memantau arus kendaraan dari berbagai penjuru lain, termasuk dari Jawa Barat dan limpahan kendaraan dari Trans Sumatra yang menyeberang melalui Bakauheni-Merak menuju Cikupa. Semua arus ini pada akhirnya bermuara ke satu tujuan: kembali ke rutinitas, dengan bonus lelah di jalan.





Di tengah semua ini, satu hal tetap konsisten, jalan mungkin dibuat satu arah, tetapi keluhan pemudik tetap datang dari segala arah.*****


Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X