Serangan udara besar-besaran yang menyasar berbagai lokasi militer dan sipil di Iran disebut menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa signifikan. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke berbagai target yang diklaim terkait kepentingan AS dan Israel di kawasan.
Namun di tengah derasnya klaim dan kontra-klaim, satu hal menjadi semakin kabur: batas antara fakta dan propaganda. Dalam perang modern, bukan hanya rudal yang melesat cepat namun narasi pun ikut berlomba, sering kali tanpa sempat diverifikasi.
Dengan situasi yang terus berkembang, publik global kini dihadapkan pada dua medan pertempuran sekaligus, konflik militer di lapangan dan perang informasi yang tak kalah sengit di ruang publik.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










