LOCUSONLINE, BOGOR – Di tengah dinamika harga komoditas global yang naik-turun seperti emosi pasar, Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan yang cukup lugas kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sumber daya alam Indonesia jangan cuma ditambang tapi juga harus “menghasilkan lebih banyak rasa” untuk negara.
Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan di kediaman pribadi presiden di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026). Dalam bahasa yang lebih diplomatis, Bahlil menyebut dirinya diminta mencari sumber-sumber pendapatan baru dari sektor mineral yang selama ini dinilai belum memberikan porsi optimal bagi negara.
“Prioritasnya kepentingan negara di atas segalanya. Sumber daya alam ini aset negara, jadi harus memberi nilai yang adil,” ujar Bahlil, seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Sabtu (28/3/2026).
Di tengah agenda “mencari celah pemasukan”, Bahlil juga melaporkan kondisi terkini komoditas unggulan seperti batu bara dan nikel, dua primadona yang selama ini jadi andalan ekspor, sekaligus bahan diskusi abadi soal hilirisasi.
Baca Juga : Rel Jadi Jalur Pelarian: Saat Pemudik Tinggalkan Macet dan Menitipkan Harapan ke Kereta
Menariknya, pemerintah belum mengubah kebijakan besar terkait dua komoditas tersebut. Namun, pintu relaksasi produksi tetap dibuka, tentu dengan catatan jangan sampai produksi melimpah justru membuat harga jatuh, seperti diskon besar-besaran yang tak lagi menguntungkan penjual.
Dalam konteks ini, pemerintah mulai memberi sinyal akan menaikkan Harga Patokan Mineral (HPM) untuk nikel. Sebuah langkah yang terdengar seperti upaya menaikkan “harga diri” komoditas strategis tersebut di pasar global.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









