LOCUSONLINE, GARUT – Jika biasanya surat kabar menawarkan berita pagi, kali ini Tehran Times memilih menyajikan sesuatu yang lebih “panas” peringatan terbuka untuk Amerika Serikat. Dalam edisi Sabtu (29/3/2026), media berbahasa Inggris itu menampilkan judul besar “Selamat Datang di Neraka” sebuah sambutan yang jelas bukan untuk turis.
Pesan utamanya lugas, bahkan cenderung brutal dimana pasukan asing yang masuk ke wilayah Iran disebut hanya akan keluar dalam peti mati. Di tengah meningkatnya spekulasi soal opsi invasi darat oleh Washington, halaman depan ini menjadi semacam “nota diplomatik versi headline”.
Visual yang ditampilkan pun tidak setengah hati. Gambar tentara bersenjata lengkap bergerak menuju pesawat militer seolah menegaskan bahwa ini bukan sekadar retorika media, melainkan refleksi kesiapan tempur. Simbolisme diperkuat, pesan dipertegas dan ketegangan pun naik satu level.
Di Washington, diskusi mengenai opsi militer terus bergulir. Presiden Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan pengerahan terbatas pasukan darat untuk misi tertentu di wilayah Iran, meski belum ada keputusan final.
Namun seperti biasa, istilah “terbatas” dalam konteks militer sering kali memiliki arti yang elastis tergantung situasi di lapangan.
Sejumlah pihak di AS sendiri mulai mengingatkan risiko skenario ini. Mantan pejabat keamanan, Joe Kent, menyebut rencana perebutan Pulau Kharg sebagai potensi bencana, karena bisa menjadikan pasukan AS “target empuk” bagi serangan drone dan rudal Iran.
Dari sisi Teheran, nada skeptis terhadap niat Washington semakin menguat. Presiden Masoud Pezeshkian bahkan memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak ikut campur atau menyediakan wilayahnya sebagai basis serangan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










