InternasionalNewsPolitik

Trump di Persimpangan: Maju Jadi Vietnam 2.0, Mundur Kehilangan Muka

bhegins
×

Trump di Persimpangan: Maju Jadi Vietnam 2.0, Mundur Kehilangan Muka

Sebarkan artikel ini
Generated Image 18aphr18aphr18ap
Gambar Ilustrasi AI

Masalah Trump tidak hanya datang dari luar. Di dalam negeri, gelombang penolakan terhadap perang terus menguat. Gerakan “No Kings” menyebar di 50 negara bagian, mencerminkan kelelahan publik terhadap konflik luar negeri.

Survei Reuters menunjukkan 61 persen warga AS menolak perang di Iran. Bahkan di kalangan pemilih Partai Republik, dukungan terhadap invasi darat sangat rendah.

tempat.co

Tokoh internal seperti Mike Rogers juga mulai meragukan opsi ini, khawatir akan dampak politik menjelang pemilu sela.

Sejumlah pengamat internasional menilai Trump kini berada dalam situasi klasik, dimana maju berisiko besar, mundur kehilangan kredibilitas. Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, bahkan menyebut Washington belum memiliki strategi keluar yang jelas.

Di sisi lain, Iran tampak semakin percaya diri. Pengalaman tempur, kesiapan militer, dan dukungan regional membuat posisi mereka relatif solid.

Pada akhirnya, invasi darat mungkin bukan semata untuk menang, tetapi untuk menekan Iran kembali ke meja perundingan. Namun masalahnya, Teheran sudah kehilangan kepercayaan terhadap negosiasi dengan Washington.

Di titik ini, konflik berubah menjadi dilema:
bertindak berarti memperbesar risiko,
tidak bertindak berarti kehilangan pengaruh.

Dan seperti banyak kisah dalam geopolitik, yang terlihat “terjepit” justru bukan negara yang diserang melainkan pihak yang terlalu jauh melangkah tanpa peta jalan pulang.*****

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow