[Locusonline.co] Bandung – Angin puting beliung menerjang Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung pada Senin (30/3/2026) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 16 rumah warga dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, dari kategori sedang hingga berat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beni Sonjaya, memastikan bahwa dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerusakan bangunan tersebar di sejumlah titik permukiman warga dan masih dalam proses pendataan lanjutan oleh petugas gabungan.
“Personel bersama para pemangku kepentingan masih melakukan asesmen atas dampak kejadian itu,” ujar Beni.
Sebaran Kerusakan di 4 RW
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari aparatur Desa Mekarsari, total 16 rumah terdampak tersebar di empat wilayah rukun warga (RW), yaitu:RW Jumlah Rumah Terdampak RW 3 Terdampak RW 5 Terdampak RW 9 Terdampak RW 11 Terdampak
Dari jumlah tersebut:
- 15 rumah mengalami kerusakan kategori sedang
- 1 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan sebuah papan reklame roboh. Kondisi ini sempat menimbulkan kepanikan warga, meskipun situasi berangsur kondusif setelah cuaca membaik.
22 KK Bertahan, Tidak Ada Pengungsi
Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) yang menghuni rumah terdampak kini masih bertahan di sekitar lokasi sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, tidak ada laporan warga yang mengungsi maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari:
- BPBD Kabupaten Bandung
- Taruna Siaga Bencana (Tagana)
- Polsek Pacet
- Aparatur kewilayahan (perangkat desa, RT, RW)
- Masyarakat setempat
masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pemantauan lebih lanjut.
Koordinasi dan Imbauan
BPBD Kabupaten Bandung bersama pemerintah desa terus berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW guna memastikan kondisi warga pascakejadian tetap aman. Pemantauan di lapangan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Di sisi lain, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, namun tetap tidak perlu panik.
“Warga diimbau tetap tenang, namun waspada. Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, segera cari perlindungan di tempat yang aman,” imbau Beni.
Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, terutama pada masa peralihan musim. Angin puting beliung, hujan lebat disertai petir, serta potensi longsor di daerah lereng menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diimbau untuk:
- Memangkas dahan pohon yang rapuh dan berpotensi tumbang
- Memeriksa kondisi atap rumah dan struktur bangunan
- Menjauhi papan reklame, baliho, atau struktur tinggi lainnya saat angin kencang
- Menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar
Langkah Selanjutnya
BPBD Kabupaten Bandung akan terus melakukan pendataan dan asesmen untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang mengalami kerusakan berat.
Pemerintah desa setempat juga akan memfasilitasi warga yang membutuhkan bantuan logistik maupun perbaikan tempat tinggal. Proses pemulihan pascabencana akan segera dilakukan secara bertahap. (**)














