Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya telah mengingatkan bahwa konflik Timur Tengah berpotensi memicu “rantai peristiwa yang tak terkendali”. Peringatan itu kini terdengar bukan sebagai prediksi, melainkan laporan situasi.
Data dari PBB menunjukkan, sejak awal Maret, lebih dari 1.200 orang telah tewas dalam eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon. Angka yang terus bertambah, seolah menjadi statistik rutin dalam perang yang tak kunjung menemukan tombol “berhenti”.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan membutuhkan waktu. Namun di tengah dentuman dan asap konflik, waktu sering kali menjadi kemewahan yang tak dimiliki korban.
Di balik semua itu, tragedi ini menyisakan satu pertanyaan satir yang pahit ketika penjaga perdamaian saja tak lagi aman, siapa sebenarnya yang masih dilindungi dalam perang ini?
PBB menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang. Tapi seperti biasa, label hukum sering datang belakangan setelah nyawa lebih dulu melayang.*****
Sumber: CNN Indonesia

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










