Nada serupa datang dari Duta Besar Kolombia untuk PBB, Leonor Zalabat Torres, yang mengingatkan bahwa ketika kekerasan menggantikan hukum, dunia sedang melangkah mundur menuju barbarisme.
Di Eropa, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyebut operasi militer tersebut sebagai tindakan ilegal dan sembrono. Ia menegaskan bahwa kekerasan bukan solusi, melainkan jalan pintas menuju krisis yang lebih dalam.
Sementara itu, di dalam negeri AS sendiri, tekanan terhadap Trump terus meningkat. Kebijakan luar negeri yang agresif kini beririsan dengan persoalan domestik, mulai dari ekonomi hingga kebebasan sipil yang membuat publik merasa semakin jauh dari pusat kekuasaan.
Ironinya, di negara yang selalu menggaungkan demokrasi sebagai identitas, rakyat justru turun ke jalan untuk mengingatkan pemerintahnya sendiri tentang arti kekuasaan bukan milik satu orang, apalagi “raja”, melainkan milik rakyat.
Dan di tengah riuhnya protes, satu hal menjadi jelas, perang mungkin terjadi ribuan kilometer jauhnya, tapi dampaknya kini terasa sampai ke trotoar kota-kota Amerika.*****
Sumber: CNN Indonesia

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










