[Locusonline.co] JAKARTA – Pemerintah resmi memulai tahap operasional awal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) . PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk untuk menjalankan pengelolaan selama dua tahun pertama dengan prinsip modern, profesional, dan transparan.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pengelolaan Kopdes Merah Putih akan dilakukan secara digital dan terbuka, dengan melibatkan pengurus koperasi desa sebagai pengawas, pengontrol, pengendali, dan pemantau.
“Agrinas menjalankan tahap awalnya secara modern, secara profesional, dengan digitalisasi, dengan terbuka, dan melibatkan pengurus koperasi desa sebagai pengawas, pengontrol, pengendali, dan pemantau,” kata Joao di Jakarta, Selasa (31/3/2026) .
97 Persen Keuntungan Kembali ke Desa
Joao mengungkapkan bahwa 97 persen porsi keuntungan dari Kopdes Merah Putih akan diberikan kembali kepada desa. Dari total keuntungan tersebut, 82 persen akan disalurkan langsung kepada masyarakat desa setiap bulan dalam bentuk kupon.
“(Sebanyak) 97 persen keuntungannya akan diserahkan kembali kepada desa selama dua tahun itu dan selanjutnya, selama operasional. Nanti 82 persen akan digunakan, akan dibagikan langsung setiap bulan kepada warga dalam bentuk kupon yang bisa digunakan untuk membeli gas melon, untuk bisa membeli obat-obatan, membeli alat tulis, membeli pulsa listrik, beras, atau kebutuhan sembako lainnya,” jelas Joao .
Kupon yang dibagikan kepada warga desa dapat digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok, antara lain:
- Gas melon (LPG 3 kg)
- Obat-obatan
- Alat tulis
- Pulsa listrik
- Beras
- Kebutuhan sembako lainnya
“Jadi keuntungan itu akan dibagi kepada warga desa sebanyak 82 persen dari total keuntungannya yang diberikan dalam bentuk kupon yang akan digunakan untuk dibeli di desa itu kembali,” imbuhnya .
Agrinas Ditugaskan Kelola Tahap Awal
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengonfirmasi bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara diberi tugas untuk mengelola operasional awal Kopdes Merah Putih selama dua tahun.
“Ditugaskan selama dua tahun Agrinas Pangan, ini Pak Joao dan Pak Tedi (Bharata, Wakil Kepala BP BUMN), untuk segera menjalankan yang sudah siap tadi itu sebagai mana arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Menko Zulkifli .
Model Pengelolaan: Profesional, Digital, dan Transparan
Model pengelolaan Kopdes Merah Putih yang diterapkan Agrinas memiliki beberapa karakteristik utama:Karakteristik Keterangan Profesional Dikelola oleh BUMN pangan dengan pengalaman dan kapasitas mumpuni. Digital Menggunakan sistem digital untuk transparansi dan efisiensi. Terbuka Melibatkan pengurus koperasi desa sebagai pengawas dan pengendali. Berorientasi Kesejahteraan 97% keuntungan dikembalikan ke desa, 82% dibagikan langsung ke warga.
Skema Alokasi Keuntungan Kopdes Merah Putih
| Penerima | Porsi Keuntungan | Bentuk |
|---|---|---|
| Masyarakat Desa | 82% | Kupon belanja kebutuhan pokok (gas, obat, alat tulis, listrik, beras, sembako) |
| Desa (lainnya) | 15% | Untuk pembangunan dan program desa |
| Pengelola (Agrinas) | 3% | Biaya operasional pengelolaan |
Skema ini dirancang agar manfaat Kopdes Merah Putih dapat langsung dirasakan oleh masyarakat desa secara nyata setiap bulan, sekaligus memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan. (**)












