[Locusonline.co] Jakarta – Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam mengajak masyarakat melakukan penghematan konsumsi energi. Dukungan ini disampaikan di tengah krisis energi global yang dipicu oleh perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
“Hemat energi itu bukan soal perubahan besar yang sulit dilakukan, melainkan kebiasaan kecil yang konsisten,” tulis IEA dalam laman resminya yang dikutip di Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Kebiasaan Kecil yang Konsisten
IEA menjabarkan sejumlah kebiasaan kecil yang dapat dilakukan masyarakat sehari-hari untuk membantu menghemat energi. Berikut daftarnya:Kebiasaan Hemat Energi Keterangan Mematikan AC saat tidak digunakan Jangan biarkan AC menyala di ruangan kosong Menutup pintu dan jendela rapat Saat menyalakan AC, pastikan tidak ada udara panas yang masuk Menggunakan tirai tebal Membantu menjaga suhu ruangan tetap stabil Mengganti lampu lama dengan LED Lampu LED lebih hemat energi dan tahan lama Mengatur pemanas air sesuai kebutuhan Jangan biarkan pemanas air menyala sepanjang hari
Berkendara dengan Bijak: Stabil, Tidak Ngebut, dan Hindari Akselerasi Mendadak
IEA juga menyoroti pentingnya gaya berkendara yang hemat bahan bakar. Kebiasaan sederhana dalam mengemudi dapat membuat bahan bakar lebih awet dan mengurangi konsumsi energi secara signifikan.
“Berkendara dengan stabil, tidak ngebut, dan menghindari akselerasi mendadak bisa membuat bahan bakar lebih awet,” tulis IEA.
Selain itu, IEA juga menyarankan masyarakat untuk:
- Mengandalkan transportasi umum untuk mobilitas harian
- Menggunakan sepeda untuk perjalanan jarak dekat
- Berjalan kaki apabila memungkinkan
Langkah-langkah ini tidak hanya menghemat energi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan dan mengurangi polusi udara.
Dukungan IEA terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Dukungan IEA terhadap upaya penghematan energi di Indonesia sejalan dengan berbagai kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah. Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga mengajak masyarakat untuk mulai menjalankan kebiasaan hemat energi, baik di rumah maupun di tempat kerja. Masyarakat dianjurkan untuk memprioritaskan transportasi publik dalam aktivitas keseharian ketimbang kendaraan pribadi.
Negara Lain Juga Terapkan Penghematan Energi
Krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah mendorong sejumlah negara untuk mengambil langkah-langkah penghematan energi. Berikut kebijakan yang diterapkan beberapa negara:Negara Kebijakan Penghematan Energi Thailand Pegawai negeri bekerja dari rumah (WFH), membatasi penggunaan lift dan eskalator, mengatur suhu AC di kisaran 26–27 derajat Celsius Filipina Sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik Pakistan Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pengaturan kerja dari rumah (WFH)
Indonesia sendiri telah mulai menerapkan kebijakan WFH bagi ASN di instansi pemerintahan pusat dan daerah setiap hari Jumat mulai 1 April 2026. Kebijakan ini akan ditinjau dalam dua bulan ke depan.
Manfaat Penghematan Energi bagi Indonesia
Dengan menerapkan kebiasaan hemat energi, Indonesia dapat merasakan sejumlah manfaat, antara lain:Manfaat Keterangan Menjaga stabilitas pasokan energi Mengurangi risiko kelangkaan BBM dan listrik Menghemat subsidi energi negara Anggaran dapat dialokasikan untuk sektor lain yang lebih mendesak Mengurangi polusi udara Berdampak positif pada kesehatan masyarakat dan lingkungan Meningkatkan kemandirian energi Mengurangi ketergantungan pada impor BBM
Dukungan IEA terhadap langkah penghematan energi di Indonesia menjadi angin segar bagi upaya pemerintah dalam menghadapi krisis energi global. Kebiasaan kecil yang konsisten—seperti mematikan AC, mengganti lampu LED, dan berkendara dengan bijak—dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara kolektif oleh seluruh masyarakat.
Dengan kebijakan WFH dan imbauan penggunaan transportasi publik, Indonesia menunjukkan kesiapan dalam menghadapi gejolak global. Masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan kebiasaan hemat energi demi menjaga stabilitas pasokan dan masa depan energi nasional. (**)













