Namun Giuliani tampaknya memilih jalur lain. Ia juga mengklaim umat Muslim di Inggris tengah berupaya mengambil alih kekuasaan, bahkan menyebut Iran sebagai pihak yang mendorong skenario tersebut.
Klaim ini lagi-lagi berbenturan dengan data. Populasi Muslim di Inggris diperkirakan hanya sekitar 5 persen dari total penduduk. Meski memiliki representasi di ruang publik seperti Wali Kota London Sadiq Khan tidak ada indikasi dominasi politik seperti yang digambarkan Giuliani.
Tak berhenti di situ, ia juga menyinggung isu penggunaan cadar, hukum syariah, hingga mengkritik Al-Qur’an, menambah daftar pernyataan kontroversial dalam wawancara tersebut.
Di tengah situasi geopolitik global yang memanas, komentar Giuliani justru dinilai memperkeruh suasana dengan narasi yang tidak berbasis fakta. Alih-alih memperjelas isu, pernyataannya dinilai membuka ruang spekulasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman publik.
Jika dirangkum, saat dunia sibuk menghadapi konflik nyata, sebagian tokoh justru sibuk menciptakan konflik versi imajinasi.*****
Sumber: YouTube Piers Morgan

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










