Namun, lagi-lagi, angka berbicara lebih jujur dari narasi. Kontribusi Garut kini berada di kisaran 42 persen. Masih terbesar, memang tetapi juga memberi sinyal bahwa dominasi itu tidak lagi sekuat dulu.
Di tengah klaim keberhasilan dan strategi yang terus digulirkan, satu hal tetap menggantung: apakah peningkatan produksi ini benar-benar mencerminkan kemajuan signifikan, atau sekadar rutinitas laporan tahunan yang selalu menemukan cara untuk terlihat baik-baik saja?*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









