Dengan kata lain, selama manusia masih rajin menghasilkan sampah, proyek ini aman.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan PSEL. Ia menilai proyek ini sebagai langkah konkret untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini menjadi “kuburan permanen” sampah.
“Kami berharap program ini bisa memotong persoalan sampah dan menghadirkan sistem pemrosesan akhir yang lebih baik,” ujar Hanif.
Ia juga menyebut proyek ini merupakan inisiasi langsung dari Presiden, yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap isu kebersihan lingkungan.
Namun di balik optimisme tersebut, tantangan klasik tetap mengintai, konsistensi pelaksanaan, transparansi anggaran, dan efektivitas teknologi yang digunakan. Sebab, mengubah sampah jadi listrik bukan sekadar soal mesin, tapi juga soal manajemen yang tidak boleh ikut “terbakar”.
Secara satir, proyek ini bisa diringkas begini: sampah tetap ada, tapi kali ini diharapkan menghasilkan cahaya bukan sekadar bau.
Apakah proyek ini benar-benar akan menjadi solusi atau sekadar menambah daftar panjang proyek ambisius, publik masih menunggu pembuktiannya di lapangan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










