Tak berhenti di situ, Angkatan Darat Iran menyebut telah menjatuhkan pesawat serang A-10 Warthog di dekat Selat Hormuz. Pesawat itu dilacak, dihadang, lalu jatuh ke perairan Teluk Persia, sebuah proses yang terdengar cepat, setidaknya di atas kertas.
Sementara itu, jet tempur F-15 juga dikabarkan jatuh. Versi Iran menyebut pesawat dihancurkan, sementara laporan media Amerika menyatakan satu awak berhasil diselamatkan, dan satu lainnya masih hilang. Di tengah perang, bahkan kebenaran pun tampaknya punya dua versi.
Dalam suasana yang semakin tegang, seorang reporter televisi Iran bahkan menyebut bahwa siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat musuh dalam kondisi hidup akan mendapatkan “hadiah berharga”.
Jika ini terdengar seperti plot film aksi, sayangnya ini adalah realitas.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik telah memasuki fase di mana teknologi militer diuji secara langsung bukan di laboratorium, tapi di langit terbuka.
Ironinya, di saat dunia berbicara tentang stabilitas global, langit Timur Tengah justru berubah menjadi panggung demonstrasi kemampuan tempur. Dan sementara masing-masing pihak mengklaim kemenangan, yang pasti adalah satu hal: eskalasi terus meningkat, dan garis akhir perang masih jauh dari terlihat.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










