JK menilai mempertahankan harga BBM tetap rendah di tengah situasi tersebut justru kontraproduktif. Selain membuat masyarakat tidak terdorong untuk berhemat, kondisi itu juga berpotensi memperbesar defisit anggaran dan meningkatkan utang negara.
“Kalau subsidi terus naik, utang juga ikut naik. Itu yang lebih bahaya dalam jangka panjang,” tegasnya.
Ia menambahkan, banyak negara telah mengambil langkah serupa dengan mengurangi subsidi energi guna menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Dalam konteks ini, kritik JK terhadap WFH bukan sekadar soal pola kerja, melainkan soal efektivitas kebijakan. Di atas kertas, WFH terlihat sebagai solusi hemat energi. Namun di lapangan, realitasnya bisa berbeda: dari rumah ke jalan, dari hemat ke tetap boros.
Publik pun dihadapkan pada dilema klasik antara kenyamanan bekerja dari rumah dan konsekuensi ekonomi yang harus ditanggung negara.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










