Sementara itu, pihak Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur vital akan dibalas secara setimpal.
“Angkatan bersenjata kami sudah jelas. Serangan terhadap infrastruktur kritis akan mendapatkan respons balasan,” ujarnya dalam wawancara dengan Al Jazeera.
Situasi ini menempatkan dunia pada posisi yang familiar namun tetap mengkhawatirkan: dua kekuatan saling mengunci, sementara jalur energi global berada di tengah-tengahnya. Di satu sisi, ancaman terbuka dilontarkan dengan gaya khas politik populis. Di sisi lain, respons keras Iran menandakan bahwa eskalasi bukan lagi kemungkinan, melainkan proses yang sedang berjalan.
Di tengah semua itu, publik global mungkin hanya bisa bertanya, apakah ini strategi diplomasi, atau sekadar panggung retorika dengan risiko nyata?*****
Sumber: Al Jazeera, Truth Social (unggahan Donald Trump)

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










