[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung resmi memasang target ambisius menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan olahraga, khususnya cabang tenis, melalui dua langkah strategis: revitalisasi infrastruktur dan penguatan pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan.
Pernyataan ini disampaikan Farhan saat acara Pelantikan Pengurus Kota Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Bandung masa bakti 2026–2030, yang digelar di Ruang Serba Guna Lantai III Balai Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Farhan secara resmi melantik Toni Wijaya sebagai Ketua Umum Pelti Kota Bandung beserta seluruh jajaran pengurus baru. Ia menyampaikan bahwa tugas besar telah menanti, terutama dengan status Bandung sebagai tuan rumah cabang olahraga tenis dan soft tenis di Porprov 2026.
“Momentum ini sangat tepat, karena dalam beberapa bulan ke depan Kota Bandung akan menjadi tuan rumah cabang olahraga tenis dan soft tenis. Maka kesiapan infrastruktur menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” tegas Farhan.
Fokus Revitalisasi: Stadion Tenis Taman Maluku
Salah satu prioritas utama yang ditekankan Farhan adalah revitalisasi Stadion Tenis Taman Maluku. Menurutnya, stadion ini memiliki nilai historis yang kuat dan potensi besar untuk bertransformasi menjadi ikon olahraga kebanggaan Kota Bandung.
Namun, Farhan mengakui bahwa kondisi stadion saat ini masih memerlukan pembenahan signifikan, terutama pada sektor tribun, area parkir, serta penataan lingkungan sekitar. Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu sebelum Porprov, tetapi juga menciptakan pengalaman yang nyaman bagi atlet dan penonton.
Selain Taman Maluku, Farhan juga menyoroti perlunya perbaikan fasilitas olahraga lain, seperti Lapangan Lodaya yang direncanakan menjadi lokasi latihan atlet softbol. Perbaikan pagar, lapangan, serta pencahayaan malam menjadi bagian dari paket peningkatan kualitas sarana olahraga secara menyeluruh.
Tantangan Anggaran: Peran Aktif Daerah
Farhan mengungkapkan sebuah fakta penting: untuk Porprov 2026, pemerintah provinsi tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Akibatnya, seluruh tanggung jawab revitalisasi berada di pundak pemerintah daerah selaku tuan rumah.
“Koordinasi harus diperkuat agar seluruh kebutuhan, termasuk anggaran revitalisasi, dapat terpenuhi sebelum pelaksanaan Porprov,” ujarnya.
Oleh karena itu, sinergi antara Pemerintah Kota Bandung, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan seluruh pengurus cabang olahraga menjadi kunci utama keberhasilan. Farhan menekankan bahwa tanpa kolaborasi yang solid, target menjadi tuan rumah yang sukses akan sulit tercapai.
Pendekatan Modern: Sport Science dari UPI dan ITB
Yang membedakan pembinaan olahraga Bandung kali ini adalah pendekatan berbasis ilmu pengetahuan. Farhan mendorong pemanfaatan sport science dari perguruan tinggi ternama seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Prestasi olahraga merupakan puncak dari seluruh proses pembinaan yang panjang, mulai dari latihan intensif hingga dukungan keluarga. Akses terhadap data dan kajian ilmiah dinilai penting untuk melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan,” jelas Farhan.
Dengan pendekatan ini, latihan atlet tidak lagi sekadar mengandalkan intuisi, tetapi juga didukung oleh data fisiologis, psikologis, dan biomekanika. Hal ini diharapkan mampu mencetak atlet-atlet Bandung yang kompetitif tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional.
Olahraga dan Karakter: Target Prestasi
Di akhir sambutannya, Farhan mengingatkan bahwa olahraga bukanlah sekadar ajang kompetisi semata. Lebih dari itu, olahraga adalah wahana pembentukan karakter.
“Olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter. Karena itu, pembinaan dan prestasi harus berjalan beriringan,” pungkasnya.
Dengan target prestasi sebagai puncak penghargaan atas kerja keras para atlet, Farhan optimistis bahwa Bandung mampu menjadi tuan rumah yang luar biasa sekaligus melahirkan generasi atlet berprestasi secara berkelanjutan. (**)














