LOCUSONLINE, PURWAKARTA — Dalam perayaan Hari Jadi ke-194 Kota Purwakarta dan ke-57 Kabupaten Purwakarta, pemerintah daerah meluncurkan 192 Koperasi Merah Putih, lengkap dengan panggung megah, piagam penghargaan, dan harapan yang menggantung di langit acara. Bertempat di Taman Pasanggrahan Padjajaran, peluncuran ini disulap menjadi kado spesial yang penuh simbol, iringan musik, bazar, dan jalan santai, seperti biasa: lebih ramai seremoni daripada substansi. Senin, 14 Juli 2025
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Bunzein, dengan nada penuh tekad menyebut koperasi-koperasi itu siap menyongsong masa depan, bahkan “siap diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto”. Karena, rupanya, koperasi rakyat pun kini butuh sentuhan tangan elit agar terasa sah dan meyakinkan.
“Jangan cuma muter di tempat. Harus ekspor!” seru Bupati, seakan mengabaikan bahwa banyak pelaku UMKM masih berjibaku dengan modal cekak, akses pasar yang sempit, dan legalitas usaha yang lebih sulit daripada cari sinyal di pelosok desa. Tapi tak apa, karena ekspor sudah menjadi mantra wajib dalam setiap pidato pembangunan.
Tak lupa, piagam penghargaan dibagikan ke 17 kecamatan. Sebagai tanda terima kasih bukan karena koperasinya sudah maju, tapi karena sudah terbentuk. Seolah-olah berdirinya koperasi sudah cukup jadi alasan untuk perayaan, meskipun omzet belum tentu melebihi biaya sewa tenda launching.
Baca Juga :
Kapolres Baru, Harapan Lama: Tongkat Estafet di Purwakarta yang Penuh Pesan Haru dan Beban Baru
Dengan iringan hiburan musik dan deretan stan bazar sembako murah, acara ini seperti pesta rakyat, meski rakyat tetap harus belanja sendiri. Kemeriahan makin lengkap dengan adanya door prize, dari sepeda hingga motor, karena memang tidak ada acara besar tanpa hadiah yang bikin warga antre.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”