ArtikelDaerahJawa BaratMoralNewsSorot

Beasiswa Berujung Nafsu, Sang Anak Digagahi Kepala Desa

bhegins
×

Beasiswa Berujung Nafsu, Sang Anak Digagahi Kepala Desa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pelecehan seksual eposdigi
ilustrasi net
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

“Di negeri ini, tampaknya jabatan sering kali lebih dulu dipercaya ketimbang nurani”

LOCUSONLINE, CIAMIS – Di negeri yang katanya menjunjung tinggi moral, seorang Kepala Desa di Kecamatan Rancah justru diduga menjadikan kedudukannya sebagai tiket untuk melampiaskan nafsu. Bukan membangun desa, sang kades malah diduga sibuk membangun mimpi palsu kepada seorang gadis di bawah umur dengan iming-iming sekolah dan status anak angkat, yang ternyata hanya kamuflase untuk kejahatan seksual. Senin, 28 Juli 2025

tempat.co

Kasus ini bukan terungkap karena ketelitian aparat atau laporan dari warga, melainkan dari laporan kehilangan barang di rumah kontrakan yang belum jadi disewa. Saat polisi menelusuri kehilangan tersebut, terbuka tabir kelam: rumah itu rupanya lebih dulu “disewa” untuk aktivitas bejat.

Kuasa hukum korban, Ujang Suhana, SH, menyebut bahwa pelaku merayu korban dengan janji manis sekolah dibayari, kebutuhan dipenuhi, asal mau “diangkat” menjadi anak. Tapi rupanya yang diangkat bukan derajat, melainkan martabat yang direnggut paksa.

“Dari pengakuan korban, aksi tersebut sudah dilakukan empat kali di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Selajambe,” jelas Ujang. Artinya, bukan sekali khilaf, tapi berulang kali dilakukan dengan sadar dan berpindah tempat. Mobilitas tinggi, niatnya pun tidak main-main.

Berselimut niat mulia, pelaku memegang kunci rumah yang hendak disewa. Namun alih-alih digunakan untuk tempat tinggal atau kegiatan masyarakat, rumah tersebut justru menjadi saksi bisu kebiadaban. Ajaibnya, kasus terbongkar bukan karena investigasi, melainkan karena kehilangan barang. Rupanya, kunci moral memang lebih penting dari kunci rumah.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow