“Affan mungkin hanya seorang pengemudi ojol, tapi kematiannya telah mengguncang republik. Dari jalanan yang panas hingga ruang-ruang rapat politik, namanya kini jadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan negara, ada rakyat kecil yang bisa jadi korban.”
LOCUSONLINE, JAKARTA – Gelombang demonstrasi di berbagai kota Indonesia kian panas setelah kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob. Dari Jakarta hingga Makassar, aksi massa berubah jadi kerusuhan besar, menelan korban jiwa, membakar gedung DPRD, hingga memaksa Presiden Prabowo turun langsung menjanjikan pengusutan tuntas.
Affan Kurniawan, 27 tahun, awalnya hanya ikut berunjuk rasa bersama rekan-rekan sesama pengemudi ojek online di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Mereka menuntut keadilan atas kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan. Namun, suasana berubah mencekam ketika barisan aparat dan massa saling dorong.
Di tengah kekacauan, kendaraan taktis Brimob maju menerobos. Affan yang terjatuh di aspal tak sempat menghindar. Video yang merekam detik-detik Affan terlindas cepat viral, memicu amarah publik.
Gelombang Demo Meluas
Sehari kemudian, Jumat (29/8), ribuan massa ojol turun di Jakarta, Surabaya, Bandung, Solo, Medan, hingga Makassar.
Jakarta: Massa mengepung Polda Metro Jaya, bentrok pecah, gas air mata dan molotov beterbangan.
Makassar: Gedung DPRD Sulsel terbakar setelah massa merangsek. Tiga orang terjebak dan meninggal dunia. Puluhan kendaraan terbakar.
Kota lain: Aksi serupa juga diwarnai perusakan fasilitas publik: halte, gerbang tol, hingga kantor pemerintah.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”