LOCUSONLINE,GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Setda, Tarogong Kidul, Senin pagi, sebelum rombongan beranjak ke TMP Tenjolaya untuk ziarah nasional. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Abdusy Syakur Amin yang mengusung tema besar: “Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Bupati Syakur membacakan amanat Menteri Sosial, lengkap dengan ajakan menundukkan kepala mengenang pahlawan. Retorika penuh energi dilontarkan: para pejuang disebut sebagai “cahaya yang menerangi jalan kita,” sebuah kalimat yang terdengar seperti dari buku motivasi edisi perjuangan.
Bupati merinci tiga teladan utama dari pahlawan:
- Kesabaran, dari menuntut ilmu sampai menunggu momentum walau sebagian warga lebih menunggu momentum jalan mulus.
- Mengutamakan kepentingan bangsa, di tengah era ketika kepentingan pribadi masih sering jadi trending topik.
- Pandangan jauh ke depan, ideal bagi siapa pun yang masih melihat masa depan lewat cicilan.
Perjuangan masa kini, katanya, tak lagi pakai bambu runcing melainkan “ilmu, empati, dan pengabdian,” yang kini dikemas dalam Asta Cita Presiden Prabowo.
Baca Juga : Hakim Diburu, Keadilan Diintai: Mendesak Hadirnya Polisi Khusus Pengadilan di Indonesia
Upacara digelar pada Senin (10/11/2025), selaiknya rutinitas tahunan, tapi dengan atmosfir sedikit lebih khidmat dari biasanya karena kamera media hadir lebih banyak.
Di Lapangan Setda Kabupaten Garut lalu dilanjutkan ke TMP Tenjolaya. Lokasi yang selalu sukses menghadirkan suasana patriotik sekaligus panas matahari yang tak kenal lelah.
Pemkab menyebut ini bagian dari menjaga api perjuangan. Versi satirnya: menjaga agar masyarakat ingat bahwa tanggal 10 November bukan sekadar hari diskon belanja online.
Setelah sesi amanat dan penghayatan, rangkaian Hari Pahlawan diisi dengan kejutan khas Pemkab Garut: pelepasan tim sepak bola Persigar yang lolos dari Grup E Liga 4 Seri 1. Momentum heroik ini seakan menegaskan bahwa perjuangan tak hanya di medan perang, tapi juga di lapangan hijau.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









