ArtikelDaerahGarutJawa BaratLifestyleNewsReligi

Dari Wasiat Wasathiyah sampai Wisata Ekonomi: Musda XI MUI Garut Menanak Banyak Agenda

bhegins
×

Dari Wasiat Wasathiyah sampai Wisata Ekonomi: Musda XI MUI Garut Menanak Banyak Agenda

Sebarkan artikel ini
Musda MUI Garut
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Tahun 2025. Acara tersebut diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Santika Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Selasa (18/11/2025).
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

LOCUSONLINE, GARUT – Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut berlangsung di Grand Ballroom Hotel Santika, Selasa, 18 November 2025. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka acara dengan pesan yang terdengar klasik laporan pertanggungjawaban, program kerja, pemilihan ketua. Namun di balik itu, ia menyelipkan gagasan yang lebih “kekinian” bahwa acara keagamaan juga bisa menjadi mesin ekonomi daerah.

“Kita akan dorong event-event agama jadi pemantik ekonomi,” katanya.

tempat.co

Setelah pelayanan publik dan olahraga, kini sektor spiritual ikut didorong masuk radar ekonomi daerah. Bupati mencontohkan pengajian akbar yang mendatangkan ribuan jamaah.

“Itu potensi ekonomi besar,” ujarnya, seolah memberi sinyal bahwa jamaah bukan hanya jemaah, tetapi juga pasar berjalan.

Ia mengaku sedang mencari formula agar aktivitas keagamaan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar: pemberdayaan, perputaran uang, dan efek domino lainnya. Pendeknya, ibadah jalan, ekonomi jangan ketinggalan.

Baca Juga : Darurat Bullying: Sekolah Makin Mirip Arena Gladiator, Negara Sibuk Cari Kambing Hitam

Dari sisi internal MUI, Ketua sebelumnya, KH. Aceng Abdul Mujib, melaporkan lima tahun program kerja yang banyak diarahkan pada pembinaan umat dan penanganan isu radikalisme. Ia menyebut masih banyak penyimpangan urusan keagamaan maupun kenegaraan di Garut yang memerlukan penanganan serius.

“Kita fokus menjadikan Islam wasathiyah, agar kehidupan kondusif dan toleran. Gak lagi radikal, gak lagi mendukung teroris,” tegasnya.

KH. Aceng berharap kepemimpinan baru bisa melanjutkan upaya merawat kerukunan antar-Ormas Islam. Kolaborasi dipandang krusial agar suara dakwah tidak pecah oleh perbedaan internal.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow