LOCUSONLINE, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut kembali menggelar workshop untuk UMKM, kali ini dengan tema “Ayo Go Digital, Walau Kuota Masih Pinjam Wifi Tetangga”. Acara berlangsung di Ballroom Fave Hotel Garut, tempat yang sering dipakai pemerintah untuk membuktikan bahwa kreativitas lokal bisa tumbuh asalkan AC-nya dingin.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Garut, Dedy Mulyadi, membuka acara dengan optimisme khas pejabat: kalimat manis, visi besar, dan janji yang masih menunggu giliran direalisasikan.
“Semoga ini berdampak,” ujarnya, tanpa menjelaskan apakah dampak yang dimaksud itu profit UMKM atau sekadar peningkatan jumlah workshop tahunan.
Dedy menekankan bahwa dunia kini ada dalam genggaman tangan sebuah ungkapan yang terdengar maju, meski beberapa pelaku UMKM masih kesulitan membuat akun marketplace karena lupa password. Namun, ia optimistis produk Garut bisa menjangkau seluruh Indonesia hanya lewat satu klik, asal sinyal di kampung tidak ngumpet di balik bukit.
Dengan gaya mengutip teori manajemen global, Dedy menegaskan bahwa satu-satunya hal yang konstan adalah perubahan. Sayangnya, perubahan yang paling nyata bagi UMKM biasanya adalah naiknya harga bahan baku, bukan akses modal.
Potensi Garut kembali dipromosikan: dodol, batik, kerajinan kulit, hingga kopi. Produk yang sudah sering disebut dalam setiap pidato, meski belum semua pelaku usahanya merasakan perubahan nasib dari daftar panjang potensi tersebut.
Workshop ini juga membahas peran perbankan, karena semua ide hebat pada akhirnya akan mentok apabila tabungan masih berada di level “asal cukup buat ongkos pulang”.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










