LOCUSONLINE, TASIKMALAYA – Kegiatan seremonial kerap dianggap rutinitas belaka. Namun, apa yang berlangsung di Rest Area Arfin, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (27/11/2025), patut dicatat sebagai upaya menanamkan nilai sejak dini. Sebanyak seribu anak dari 56 PAUD di Kecamatan Kersamanah dan Malangbong mengikuti pengenalan ibadah haji dalam rangka Hari Santri Nasional. Angka itu bukan semata jumlah peserta; ia merepresentasikan harapan kolektif tentang arah pembinaan generasi muslim di masa depan.
Di hadapan anak-anak yang masih berada pada tahap awal pendidikan, para pendidik memperkenalkan rukun Islam kelima melalui metode ceria dan menyenangkan. Ketua Panitia Gebyar Anak Muslim PAUD, H. Asep Ajeng SA. S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan dan menjadi bagian dari ikhtiar membentuk manusia disiplin, memupuk kebersamaan, dan menanamkan nilai ketaatan.
Tentu, tidak ada yang berharap anak-anak usia dini memahami seluruh kompleksitas ibadah haji. Namun, pembiasaan nilai tentang keteraturan, kebersamaan, kepedulian, dan spiritualitas bisa diperkenalkan melalui pengalaman konkret. Bila praktik itu dilakukan secara konsisten, ia dapat menjadi fondasi kepribadian yang kuat di masa depan.
Baca Juga : Garut Gelar Sosialisasi Perjalanan Dinas Luar Negeri: Belajar Terbang, Tapi Sayapnya Masih Diklip”
Momentum Hari Santri Nasional menambah bobot kegiatan tersebut. Santri bukan sekadar identitas keagamaan, melainkan simbol watak pendidikan yang menekankan akhlak dan karakter. Menanamkannya sejak usia dini adalah langkah strategis, terutama di tengah tantangan zaman yang diwarnai percepatan teknologi dan pergeseran nilai sosial.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










