Bandung Iconic 2025: Inovasi dan Kolaborasi Jadi Senjata Andalan Perangi Stunting
BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Bandung Iconic 2025, sebuah ajang yang memadukan inovasi layanan gizi, edukasi publik, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Acara ini menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk menekan angka stunting dan membangun generasi Bandung yang lebih sehat dan berdaya saing.
Kepala Bapperida Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar seremonial. “Upaya ini untuk memastikan layanan gizi dilaksanakan secara aman, tepat, dan berkualitas. Inovasi dan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar kita mampu membangun generasi Bandung yang sehat, cerdas dan berdaya saing,” ujarnya.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat
Apresiasi terhadap inisiatif Bandung datang langsung dari Sekretariat Wakil Presiden. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Perekonomian, Pariwisata, dan Transformasi Digital sekaligus Plt. Deputi Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM, Dia Kusumastuti, menyampaikan salam hangat dari Wakil Presiden dan menegaskan pentingnya kolaborasi semacam ini.
“Bandung Iconic 2025 adalah ruang pembelajaran dan kolaborasi yang sangat penting dalam upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat,” kata Dia. Ia mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tetapi masalah multidimensi yang menyangkut perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas masa depan bangsa.
Target Nasional dan Peran Strategis Bandung
Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14,2% pada 2029, dan daerah seperti Bandung menjadi kunci keberhasilan target tersebut. Dia menyampaikan lima arahan Wakil Presiden pada Rakornas Stunting 2025:
- Fokus pada pencegahan sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
- Penguatan koordinasi lintas sektor
- Pemanfaatan data akurat sebagai dasar kebijakan
- Replikasi dan pengembangan inovasi
- Edukasi publik yang intensif
“Kami memberi perhatian lebih kepada Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, karena penurunan angka stunting di wilayah ini memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian nasional,” tegas Dia.
Implementasi di Lapangan
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyebutkan bahwa seluruh perangkat daerah hingga Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kecamatan dan kelurahan telah diarahkan untuk memperkuat pelayanan langsung ke masyarakat, terutama kepada ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko.
Pemkot Bandung juga menyiapkan rangkaian monitoring dan evaluasi terstruktur, mulai dari self-assessment hingga penetapan praktik baik Standar Pelayanan Publik Gizi (SPPG), sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan gizi.
“Momentum Bandung Iconic 2025 harus kita manfaatkan untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, dan tekad bersama menurunkan stunting di Kota Bandung,” ujar Zul.
Beragam Aktivitas dan Penghargaan

Bandung Iconic 2025 menampilkan berbagai kegiatan seperti booth inovasi gizi, penimbangan balita, talkshow ahli, pertunjukan seni, hingga pemberian penghargaan. Sejumlah SPPG dari berbagai kecamatan turut hadir memperkenalkan inovasi masing-masing.
Uniknya, acara ini juga dimeriahkan oleh mahasiswa internasional dari Bangladesh, Jepang, Aljazair, dan India yang menampilkan aneka makanan bergizi khas negara mereka, menunjukkan bahwa perang melawan stunting adalah concern global.
Beberapa penghargaan yang diberikan dalam acara ini antara lain:
- Pamong Inovasi Kota Bandung Terbaik 2025
- Penghargaan Kinerja Percepatan Penurunan Stunting
- Penghargaan Inovasi MBG Bandung Iconic 2025
Melalui event ini, Pemkot Bandung menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengejar angka statistik, tetapi benar-benar membangun ekosistem yang mendukung terciptanya generasi emas Bandung di masa depan. (**)











