ArtikelDaerahHukumJawa BaratNewsPurwakarta

Jaringan Oknum Perdagangan PMI Ilegal di Jawa Barat Dari Meja Kantor Berstempel Garuda sampai Calo Kopi Pinggir Jalan

bhegins
×

Jaringan Oknum Perdagangan PMI Ilegal di Jawa Barat Dari Meja Kantor Berstempel Garuda sampai Calo Kopi Pinggir Jalan

Sebarkan artikel ini
Kantor Penyalur PMI
Di duga kuat, salah satu tempat yang menyalurkan Pekerja Migran Indonesia ilegal, di Irak.

LOCUSONLINE, PURWAKARTA – Di balik aliran “mimpi gaji dolar” yang ditawarkan para perekrut tenaga kerja ilegal, media ini menemukan pola kejahatan yang jauh lebih rapi dibanding drama sinetron prime time. Sasarannya jelas: perempuan yang ingin memperbaiki ekonomi keluarga, tapi ujungnya malah jadi komoditas dengan tarif yang ditentukan para calo lintas institusi.

Paryanto Ulsan, aktivis pendamping korban migran ilegal Jawa Barat, mengurai praktik ini dalam percakapan investigatif dengan media, Senin (8/12/2025). Menurutnya, jaringan ilegal bukan hanya eksis tapi tumbuh subur, gemuk, dan merasa kebal hukum.

tempat.co

“Kalau mereka gak mikir panjang demi gaji besar, para oknum itu justru mikir sangat panjang: mulai siapa yang kirim, siapa yang stempel, siapa yang potong fee, sampai siapa yang memeras ketika korban sudah tak berdaya,” ujarnya.

Para pelaku tak berdiri tunggal. Ini rantai, bukan individu. Dari data yang dihimpun:

  • Oknum aparat
  • Oknum imigrasi
  • Oknum Disdukcapil
  • Oknum dinas perlindungan
  • Oknum lembaga pelatihan
  • Oknum agen luar negeri
  • Dan calo rumahan yang pekerjaannya mirip broker moral ambruk

“Mereka ini kolaborasi multinasional. Satu-satunya yang tidak internasional cuma akhlaknya,” kata Paryanto.

Menurutnya, warga dijebak sedemikian halus: dijanjikan gaji besar, visa beres setengah hari, bahkan pengiriman tanpa kursus bahasa, tanpa pelatihan, dan tanpa dokumen legal.

Hasilnya:

  • PMI ilegal dikirim
  • Negara malu
  • Keluarga korban hancur
  • Para oknum makin makmur

Banyak korban enggan melapor. Bukan karena tak sakit hati, tapi mereka tahu pelaku bisa saja duduk di kantor yang seharusnya jadi tempat perlindungan.

“Kalau aparat lemah, oknum berkembang. Sekarang level mereka bukan calo lagi, tapi mengarah ke mafia modern,” ujarnya.

Belum selesai soal pengiriman ilegal, muncul modus terbaru:

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow