Bandung

Kisah Para Pejuang Kebersihan, Perempuan Tangguh di Balik Kota Bandung Kembali Bersih

rakyatdemokrasi
×

Kisah Para Pejuang Kebersihan, Perempuan Tangguh di Balik Kota Bandung Kembali Bersih

Sebarkan artikel ini
Kisah Para Pejuang Kebersihan, Perempuan Tangguh di Balik Kota Bandung Kembali Bersih locusonline featured image Jan2026
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co, Bandung] Saat dentuman kembang api mereda dan sorak-sorai pergantian tahun menghilang, sebuah perjuangan sunyi baru saja dimulai. Sementara sebagian besar warga Bandung terlelap di keesokan paginya, 1 Januari 2026, puluhan pasukan khusus telah bergerak sebelum fajar menyingsing. Mereka adalah petugas kebersihan, para pejuang di garis depan yang memastikan wajah Kota Kembang tidak terluka oleh sisa-sisa euforia. Dan di balik Kota Bandung yang bersih pasca-perayaan, terdapat kisah ketangguhan, terutama dari para perempuan pejuang kebersihan dengan sapu lidi dan dedikasi tinggi, mengembalikan pesona kota.

Jarum jam masih menunjukkan pukul 04.00 WIB ketika suasana kota masih lengang. Namun, di titik-titik vital seperti Simpang Cikapayang, Jalan Merdeka, hingga kawasan ikonis Braga, ritme pekerjaan telah berdenyut. Suara gesekan sapu lidi di aspal basah menjadi simfoni pembuka hari. Mereka membersihkan sampah pasca-tahun baru yang berserakan: puntung rokok, bungkus makanan, sisa kembang api, dan botol minuman. Targetnya jelas: memastikan jalan protokol siap dilewati arus kendaraan dan aktivitas warga di pagi hari.

tempat.co

Wajah-Wajah Ketangguhan di Balik Seragam Oranye

Tini Yulianti: 7 Tahun Mengabdi untuk Kenyamanan Warga dan Wisatawan

Di kawasan simpang Cikapayang dekat Rumah Sakit Borromeus, Tini Yulianti (41) telah konsisten membersihkan sejak pukul empat pagi. Dengan pengalaman tujuh tahun, baginya, tugas ini adalah sebuah pengabdian. “Kami siap memberikan yang terbaik bagi Kota Bandung,” ujarnya dengan tegas, Kamis (1/1/2026). Bagi Tini, kebersihan kota bukan hanya soal estetika, melainkan kenyamanan untuk masyarakat dan wisatawan yang akan menjelajahi Bandung di hari pertama tahun baru. Visinya sederhana: setiap orang yang melintas merasakan kota yang tertata dan menyenangkan.

Neng Teti: Jarak Bukan Halangan untuk Mengabdi

Ketangguhan lain datang dari Neng Teti, yang bertugas di jantung kota, Jalan Merdeka. Berdomisili di Cimuncang, Pasirhonje, ia harus menempuh jarak yang tidak dekat setiap harinya. Namun, jarak itu sama sekali tidak meredupkan semangatnya. “Kami bertugas, masyarakat menikmati. Kami siap berikan yang terbaik untuk Kota Bandung,” tuturnya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi kerja yang dalam: sebuah pelayanan tanpa pamrih, di mana kepuasan tertinggi adalah melihat warga dapat beraktivitas di lingkungan yang bersih dan sehat.

Peta Bersih: Dari Pasupati Hingga Braga

Operasi pembersihan besar-besaran ini tidak hanya terpusat. Petugas disebar di berbagai titik kritis yang menjadi episentrum perayaan. Mulai dari area bawah Jembatan Layang Pasupati (Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja), sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Jalan Merdeka, Jalan Wastukancana, hingga kawasan heritage Braga. Setiap lokasi memiliki tantangannya sendiri, mulai dari volume sampah yang masif hingga karakteristik sampah yang berbeda. Keberhasilan pembersihan yang cepat menunjukkan koordinasi dan manajemen logistik sampah yang telah dipersiapkan dengan matang oleh Dinas Kebersihan Kota Bandung.

Hasil dari kerja keras para pahlawan tanpa tanda jasa ini terlihat nyata. Hanya dalam hitungan jam, jalan-jalan protokol di Kota Bandung yang semula dipenuhi sampah, kembali bersih dan rapi. Transformasi ini bukanlah keajaiban, melainkan buah dari keringat, ketekunan, dan rasa memiliki yang tinggi dari para petugas.

Namun, kondisi ini juga harus menjadi cermin bagi setiap warga. Fakta bahwa sampah dapat dibersihkan dengan cepat tidak boleh menjadi pembenaran untuk budaya membuang sampah sembarangan. Momentum tahun baru ini harus menjadi titik balik kesadaran. “Kini saatnya kita sama-sama mengolah sampah,” merupakan seruan yang tepat. Tanggung jawab menjaga kebersihan Kota Bandung adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya para petugas.

Merawat Kota, Menghargai Para Pejuang

Kisah Tini, Neng Teti, dan ratusan petugas kebersihan lainnya adalah narasi penting tentang ketangguhan dan dedikasi. Mereka adalah fondasi tidak terlihat yang menjaga martabat dan kesehatan kota. Kembalinya Kondisi Bersih Kota Bandung pasca-NYE 2026 adalah pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana apresiasi itu diwujudkan dalam tindakan nyata setiap warga.

Komitmen untuk mengurangi sampah dari sumber, memilah, dan membuang pada tempatnya adalah bentuk penghargaan tertinggi kepada para pejuang sapu ini. Dengan sinergi antara pemerintah yang menyediakan sistem, petugas yang bekerja tuntas, dan warga yang bertanggung jawab, Bandung yang bersih dan berkelanjutan bukan sekadar impian, tetapi sebuah keniscayaan yang dapat diwujudkan bersama, tidak hanya di tahun baru, tetapi di setiap hari. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow