LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah kabar “Super Flu” Influenza A H3N2 sub-clade K yang sudah wara-wiri di sejumlah provinsi, Kabupaten Garut masih tercatat sebagai wilayah yang bersih atau setidaknya belum kebagian bukti laboratorium. Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut memastikan hingga awal Januari 2026 belum ada satu pun kasus positif yang terkonfirmasi berasal dari spesimen pasien Garut.
Kepala Dinkes Garut, Leli Yuliani, menegaskan bahwa status aman tersebut bukan sekadar klaim, melainkan berbasis data. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kepastian varian “Super Flu” hanya bisa ditentukan lewat pemeriksaan DNA menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS).
“Belum ada laporan dari hasil tes laboratorium secara DNA atau WGS yang dilakukan RSHS dan Labkesda Provinsi Jawa Barat terkait pasien dari Garut,” ujar Leli, Rabu (7/1/2026).
Masalahnya, Garut memang belum masuk daftar “lokasi pilihan” pemeriksaan WGS. Menurut Leli, di Jawa Barat, pemeriksaan genom virus masih diprioritaskan bagi pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi, dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai lokus utama.
“Sampai saat ini seluruh rumah sakit di Garut belum dijadikan sentinel sampel WGS,” jelasnya.
Artinya, Super Flu boleh jadi sudah lewat, mampir, atau sekadar melintas, tapi belum bisa dipastikan karena secara sistem, Garut belum dipasangi “radar genom”.
Meski demikian, Dinkes Garut mengklaim tidak tinggal diam. Seluruh fasilitas kesehatan diinstruksikan melakukan skrining ketat terhadap pasien dengan gejala influenza berat. Rumah sakit yang menangani pasien suspek diwajibkan mengisi formulir laporan khusus yang terhubung langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











