[Locusonline.co] Memasuki tahun 2026, konsumen bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia disambut dengan penurunan harga yang serentak. Efektif mulai 1 Januari 2026, hampir seluruh produk BBM non-subsidi dari Pertamina dan operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo mengalami koreksi ke bawah. Penyesuaian ini memberikan pilihan yang lebih beragam, sekaligus peluang berhemat bagi para pengguna kendaraan.
Tren Harga: Penurunan Menyeluruh BBM Non-Subsidi
Penyesuaian harga ini dilakukan berdasarkan formula pemerintah yang merefleksikan rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah. Tren pelemahan harga minyak internasional pada Desember 2025 menjadi faktor pendorong utama penurunan ini.
Perubahan harga terbaru berlaku mulai 1 Januari 2026, dan informasi yang tercantum di sini adalah harga yang berlaku per 14-17 Januari 2026.
Sebagai contoh untuk wilayah DKI Jakarta, berikut adalah perubahan harga beberapa produk unggulan Pertamina:
- Pertamax (RON 92): Turun dari Rp 12.750 menjadi Rp 12.350 per liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Turun dari Rp 13.750 menjadi Rp 13.400 per liter.
- Pertamina Dex: Turun cukup signifikan dari Rp 15.000 menjadi Rp 13.600 per liter.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi, tetap stabil di angka Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Harga BBM di SPBU Swasta: Peluang Alternatif dan Penghematan
Selain Pertamina, operator SPBU swasta juga mengikuti tren penurunan harga. Ini memberikan alternatif menarik bagi konsumen. Berikut perbandingan harga BBM sejenis di SPBU swasta per Januari 2026 untuk wilayah DKI Jakarta:Jenis BBM Pertamina Shell BP-AKR Vivo Bensin RON 92 Pertamax: Rp 12.350 Super: Rp 12.700 BP 92: Rp 12.500 Revvo 92: Rp 12.700 Bensin RON 95 Pertamax Green: Rp 13.150 V-Power: Rp 13.190 Ultimate: Rp 13.190 – Bensin RON 98 Pertamax Turbo: Rp 13.400 V-Power Nitro+: Rp 13.480 – – Diesel Ritel Dexlite: Rp 13.500 V-Power Diesel: Rp 13.860 Ultimate Diesel: Rp 13.860 Diesel Primus: Rp 13.610
Catatan Penting: Sampai dengan laporan ini, beberapa SPBU swasta masih melaporkan kekosongan stok untuk produk dengan RON 95, dan hanya menyediakan BBM beroktan 92 dan solar.
Variasi Harga per Wilayah dan Jenis Lainnya
Penting untuk diingat bahwa harga BBM non-subsidi dapat bervariasi antarprovinsi karena perbedaan komponen pajak (PBBKB). Sebagai ilustrasi, berikut perbandingan harga Pertamax di beberapa wilayah per 17 Januari 2026:Wilayah Harga Pertamax per liter DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten Rp 12.350 Sumatra Utara Rp 12.500 Sumatra Selatan, Lampung Rp 12.650 Sumatra Barat, Riau Rp 12.800 Kawasan FTZ Batam Rp 11.850
Selain BBM ritel, harga BBM untuk industri seperti Biosolar Industri (B40) dan Marine Fuel Oil (MFO) juga mengalami penurunan sekitar Rp 250 per liter untuk periode 1-14 Januari 2026. Harga keekonomiannya bervariasi per wilayah, misalnya Biosolar Industri B40 berkisar antara Rp 20.750 hingga Rp 21.000 per liter (belum termasuk pajak).
Penurunan harga BBM non-subsidi di awal tahun 2026 menjadi angin segar bagi konsumen. Dengan harga yang lebih kompetitif dari berbagai operator, masyarakat memiliki lebih banyak opsi.
Tips untuk Konsumen:
- Selalu periksa papan harga di SPBU tujuan, karena harga bisa berbeda antar lokasi meski dalam satu brand.
- Untuk perjalanan jarak jauh, pertimbangkan variasi harga antar provinsi.
- Jika kendaraan Anda kompatibel dengan RON 92, bandingkan harga antara Pertamax dan produk serupa di SPBU swasta untuk mendapatkan nilai terbaik.
Dengan informasi yang akurat dan terkini, pengguna kendaraan dapat membuat keputusan yang lebih cermat dalam mengisi bahan bakar di tahun yang baru ini. (**)













