“Kolaborasi koperasi, swasta, dan pemerintah adalah kunci agar Garut tak hanya dikenal sebagai kota dodol, tetapi juga calon ibu kota kulit versi Nusantara dengan limbah yang, setidaknya, sudah ikut dimodernisasi.”
LOCUSONLINE, GARUT – Pemerintah pusat kembali menatap Garut dengan tatapan optimistis bercampur nostalgia Eropa. Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan komitmen negara untuk memodernisasi industri kulit Garut, agar kualitasnya tetap sekelas Italia, sementara urusan limbah tak lagi tertinggal di era kolonial.
Komitmen itu disampaikan menyusul keberhasilan sentra UMKM Piazza Firenze di Sukaregang, Garut, yang dinilai mampu mengangkat produk kulit lokal ke panggung internasional, setara dengan kulit Italia. Hanya satu catatan klasik yang belum ikut naik kelas yaitu limbah penyamakan.
“Selain membantu mesin pengolahan limbah, kita juga mendorong modernisasi mesin penyamakan. Tentu dengan dukungan pembiayaan dana bergulir dari LPDB,” ujar Ferry dalam keterangannya di Bandung. Sabtu, 17/1 (Dilansir dari berita Antara)
Dengan kata lain, industri kulit Garut diproyeksikan tampil wangi di etalase global, tanpa meninggalkan aroma menyengat di belakang pabrik. Ferry menilai peran koperasi menjadi kunci agar transformasi ini tidak berhenti di slogan promosi.
Keberhasilan Koperasi Kulit Artisan Indonesia mengembangkan Piazza Firenze disebut Ferry sebagai bukti bahwa koperasi tidak lagi identik dengan papan nama kusam dan rapat panjang, melainkan bisa tampil modern, kekinian, dan menjual mimpi Eropa di kaki Gunung Papandayan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












