“Tambang boleh berhenti, tapi urusan perut tidak bisa menunggu. Di Bogor, bantuan kini jadi penyangga sementara, sambil menunggu apakah lubang tambang akan kembali dibuka atau justru menyisakan lubang masalah baru.”
LOCUSONLINE, BOGOR – Penutupan sementara tambang di Kabupaten Bogor bukan hanya menghentikan aktivitas alat berat, tetapi juga menggoyang dapur ribuan warga. Untuk meredam gejolak sosial pascatambang berhenti beroperasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucurkan belanja langsung senilai Rp45 miliar bagi warga terdampak di tiga kecamatan.
Total penerima bantuan diperkirakan mencapai 18.231 kepala keluarga yang tersebar di Kecamatan Rumpin, Parung Panjang, dan Cigudeg wilayah yang selama ini hidup berdampingan dengan tambang, meski tidak semuanya bekerja di dalamnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Barat, Ade Afriandi, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, bantuan sudah lebih dulu disalurkan kepada 2.938 kepala keluarga menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Penyaluran dilakukan dua tahap.
Tahap pertama menyasar 928 kepala keluarga di lima desa Kecamatan Parung Panjang. Tahap kedua menjangkau 2.010 kepala keluarga di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.
Masalah muncul di akhir tahun anggaran. Data valid baru terkumpul untuk 6.216 kepala keluarga tambahan, sementara kemampuan anggaran tidak lagi mencukupi.
“Data valid baru kami dapatkan 6.216 kepala keluarga. Karena posisinya di akhir tahun dan anggaran tidak mencukupi, maka ditunda ke 2026,” ujar Ade, Rabu (21/1/2026).

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












