Kabupaten Bandung

DBD Turun Drastis, Tapi Dinkes Justru Pasang Alarm Waspada

rakyatdemokrasi
×

DBD Turun Drastis, Tapi Dinkes Justru Pasang Alarm Waspada

Sebarkan artikel ini
DBD Turun Drastis, Tapi Dinkes Justru Pasang Alarm Waspada locusonline featured image Jan2026
generated by AI

[Locusonline.co] Kabupaten Bandung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung melaporkan keberhasilan signifikan dalam penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan kasus turun hampir 50%, dari 3.589 kasus pada 2024 menjadi 1.854 kasus di tahun lalu. Meski demikian, otoritas kesehatan setempat tidak berpuas diri dan justru memperketat langkah pencegahan di tengah ancaman peningkatan kasus selama musim hujan yang masih berlangsung.

“Kasus DBD memang turun, tetapi kami tetap melakukan langkah pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J), edukasi masyarakat, serta penyelidikan epidemiologi,” tegas Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati Mosjasari, Jumat (30/1).

tempat.co

Strategi Pencegahan 3M Plus yang Diperkuat

Kunci penurunan kasus dan upaya pencegahan saat ini berpusat pada penerapan Gerakan 3M Plus yang lebih intensif. Gerakan ini merupakan strategi utama untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, vektor penular DBD, yang berkembang biak di genangan air bersih.

3M Inti:

  • Menguras: Secara rutin membersihkan dan menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, dan vas bunga.
  • Menutup: Menutup rapat-rapat semua wadah penampungan air untuk mencegah nyamuk bertelur.
  • Mendaur Ulang: Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Unsur “Plus” yang Diperluas:
Unsur “Plus” mencakup tindakan tambahan yang efektif, seperti:

  • Menanam tanaman pengusir nyamuk (serai, lavender).
  • Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak air.
  • Memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela.
  • Menggunakan kelambu, obat nyamuk, atau losion anti nyamuk.
  • Memeriksa dan membersihkan talang air yang tersumbat.
  • Tidak menggantung pakaian terlalu lama di dalam rumah.

Sistem Pemantauan dan Respons Cepat yang Diperkuat

Untuk mendukung upaya pencegahan, Dinkes Kabupaten Bandung telah memperkuat sistem pemantauan dan responsnya:

  1. Sistem Pelaporan Terintegrasi: Data kasus dari klinik dan fasilitas kesehatan swasta kini terintegrasi dengan sistem puskesmas, memungkinkan pelacakan yang lebih cepat dan akurat.
  2. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS): Data dikompilasi dan dievaluasi setiap minggu oleh puskesmas untuk mengidentifikasi tren dan area rawan.
  3. Respons Cepat Fokus: Jika terjadi peningkatan kasus di suatu wilayah, petugas akan segera melakukan pengendalian vektor fokus, yang meliputi pemberian larvasida (obat pembasmi jentik) dan penyemprotan insektisida dengan metode thermal fogging yang terarah.

Peran Masyarakat dan Koordinasi Lintas Sektor

Yuli Irnawati Mosjasari menegaskan bahwa keberhasilan penurunan kasus tidak lepas dari peran aktif masyarakat. “Pencegahan bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya. Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), di mana setiap rumah tangga memiliki seorang juru pemantau jentik (jumantik), dinilai sangat efektif dalam mendeteksi dini keberadaan sarang nyamuk.

Upaya ini juga sejalan dengan Surat Edaran Bupati Bandung tentang mitigasi bencana dampak hidrometeorologi, yang menginstruksikan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit pascabanjir, termasuk DBD dan diare. Hal ini menunjukkan koordinasi yang kuat antara Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi ancaman kesehatan musiman.

Meski angka penurunan kasus menggembirakan, ancaman DBD tetap nyata seiring dengan tingginya curah hujan yang menciptakan banyak genangan air—habitat ideal nyamuk Aedes aegypti. Kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menerapkan 3M Plus di lingkungan masing-masing tetap menjadi benteng utama untuk mempertahankan tren positif ini dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Kabupaten Bandung. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow