[Locusonline.co] GARUT – Masih dalam suasana khidmat peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melanjutkan rangkaian napak tilas sejarah dengan melaksanakan ziarah ke makam dua mantan Bupati Garut pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan para pendahulu.
Rombongan bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Nurdin Yana, para pejabat lingkungan Pemkab Garut, serta sejumlah tokoh yang pernah mendampingi masa kepemimpinan para almarhum. Ziarah dilakukan dengan penuh khidmat, diwarnai doa bersama dan tabur bunga di pusara para pemimpin terdahulu.
Ziarah Pertama: Makam Keluarga KH. Mashduqi – Peristirahatan Terakhir Bupati ke-22, Dede Satibi
Perjalanan ziarah dimulai di Makam Keluarga KH. Mashduqi, Kelurahan Pananjung, tempat bersemayamnya almarhum Dede Satibi, Bupati Garut periode 2004–2009 yang tercatat sebagai Bupati ke-22.
Di hadapan keluarga dan jajaran pemerintah, Bupati Abdusy Syakur mengenang sosok Dede Satibi sebagai pemimpin visioner yang meletakkan fondasi pembangunan infrastruktur penting yang masih dirasakan hingga kini.
“Almarhum Dede Satibi menginisiasi pembangunan kawasan Kerkof dan SOR RAA Adiwijaya. Lebih dari itu, beliau menjunjung tinggi transparansi dan kejujuran dalam memimpin. Ini teladan yang tak lekang oleh waktu,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa perjuangan para pendahulu harus menjadi suri teladan bagi generasi penerus.
“Jangan pernah mudah menyerah. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita bersama: Garut yang adil, makmur, dan sejahtera,” tambahnya.
Arif Bachtiar, perwakili keluarga almarhum Dede Satibi, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Garut.
“Ini merupakan sebuah penghormatan. Kami ucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada keluarga,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Ziarah Kedua: Pasirlingga, Desa Jati – Makam Bupati ke-20, Momon Gandasasmita
Rombongan kemudian bertolak ke Pasirlingga, Desa Jati, lokasi pemakaman almarhum Momon Gandasasmita, Bupati Garut ke-20 yang memimpin pada periode 1984–1989.
Bupati Abdusy Syakur mengagumi etos kerja luar biasa yang dimiliki almarhum Momon. Ia menyebut dedikasi sang mantan bupati yang bekerja nyaris tanpa henti demi masyarakat sebagai standar tinggi bagi setiap pejabat publik.
“Beliau memberikan contoh bahwa melayani masyarakat adalah pengabdian total. Ini amanah yang kita terima untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu,” kata Bupati.
Kehadiran rombongan pemerintah disambut haru oleh keluarga besar almarhum. Mita Permata Sari, putri pertama Momon Gandasasmita, mengungkapkan bahwa ini adalah ziarah resmi pertama yang dilakukan pemerintah daerah sejak kepulangan almarhum.
“Kami putra-putri almarhum mungkin berkarir di Bandung, tapi kami tetap meneruskan amanah beliau. Salah satunya dengan mengurus Sekolah Tinggi Hukum Garut yang beliau dirikan,” jelas Mita.
Pernyataan ini menegaskan bahwa warisan kepemimpinan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga lembaga dan nilai yang terus hidup melintasi generasi.
Makna Ziarah: Menyambung Mata Rantai Sejarah dan Kepemimpinan
Rangkaian ziarah dalam peringatan HJG ke-213 ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah upaya sistematis untuk:
✅ Membangun kesadaran sejarah di kalangan birokrasi dan masyarakat
✅ Meneladani nilai-nilai kepemimpinan para pendahulu
✅ Memperkuat ikatan emosional antara pemerintah daerah dan keluarga besar mantan pemimpin
✅ Menegaskan bahwa pembangunan Garut adalah mata rantai panjang yang harus dilanjutkan tanpa putus
Bupati Abdusy Syakur menegaskan bahwa ziarah ini adalah bagian dari investasi moral bagi generasi mendatang.
“Kita tidak boleh lupa pada mereka yang telah berjuang sebelum kita. Dari mereka, kita belajar arti ketulusan, kejujuran, dan kerja keras,” tutupnya.
Dua Pemimpin, Dua Warisan Abadi
| Aspek | Dede Satibi (Bupati ke-22) | Momon Gandasasmita (Bupati ke-20) |
|---|---|---|
| Periode Jabatan | 2004–2009 | 1984–1989 |
| Warisan Fisik | Kawasan Kerkof, SOR RAA Adiwijaya | Sekolah Tinggi Hukum Garut |
| Nilai Teladan | Transparansi, kejujuran | Etos kerja tanpa henti, pengabdian total |
| Lokasi Makam | Makam Keluarga KH. Mashduqi, Pananjung | Pasirlingga, Desa Jati |
Menghormati Masa Lalu, Membangun Masa Depan
Peringatan Hari Jadi Garut ke-213 tahun ini menjadi istimewa karena tidak hanya merayakan usia, tetapi merawat ingatan. Dengan menziarahi makam para pemimpin terdahulu, Pemerintah Kabupaten Garut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak dimulai dari nol, tetapi berdiri di atas fondasi kokoh yang telah diletakkan para pendahulu.
Garut hari ini adalah wajah dari doa, keringat, dan air mata para pemimpin kemarin. Menghormati mereka adalah menjaga agar api perjuangan tak pernah padam.
#HJG213 #ZiarahBupatiGarut #DedeSatibi #MomonGandasasmita #MenelusuriSejarah #GarutBerbudaya #RefleksiKepemimpinan













