[Locusonline.co] GARUT – Sebanyak 1.160 lulusan Universitas Garut (UNIGA) resmi menyandang gelar sarjana dan magister dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung di Kampus UNIGA, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (14/2/2026).
Wisuda kali ini terasa istimewa dengan hadirnya Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Ace Hasan Syadzily, yang memberikan orasi ilmiah sekaligus dorongan moral agar para lulusan tidak hanya berhenti sebagai pencari kerja, tetapi menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Lemhannas RI: Ketahanan Nasional Dimulai dari Ketahanan Daerah
Dalam sambutannya, Ace Hasan Syadzily menekankan bahwa tantangan bangsa ke depan tidak bisa dihadapi setengah hati. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus menjadi modal kontribusi nyata, bukan sekadar ijazah dinding.
“Apa yang telah mereka dapatkan harus dimanfaatkan untuk berkontribusi terhadap dunia pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta mengoptimalkan kekayaan alam daerah. Garut memiliki potensi berlimpah: pertanian, kelautan, peternakan. Ini ladang pengabdian,” ujar Ace.
Ia juga menegaskan bahwa ketahanan nasional saat ini bertumpu pada ketahanan daerah. Karena itu, penguatan ideologi kebangsaan dan karakter kepemimpinan menjadi penting agar lulusan mampu bersaing di level global tanpa kehilangan jati diri.
Ace memberikan apresiasi tinggi kepada UNIGA yang secara konsisten menyelenggarakan Pendidikan Bela Negara (PBN) bagi mahasiswanya.
“Kami membuka peluang kerja sama ke depan. Dosen maupun peserta dari UNIGA bisa mengikuti pendidikan kepemimpinan di Lemhannas. Kami juga terbuka terhadap kajian strategis dari UNIGA untuk menjadi masukan kebijakan nasional,” tambahnya.
Pernyataan ini membuka peluang kolaborasi strategis antara UNIGA dan Lemhannas RI, baik dalam riset kebijakan maupun pengembangan kader kepemimpinan nasional dari Garut.
Bupati Garut: Bela Negara Adalah Soft Skill Keberanian dan Ketangguhan

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang hadir langsung memberikan selamat kepada para wisudawan, menegaskan pentingnya perspektif geopolitik dan geografis dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Menurutnya, Program Pelatihan Bela Negara (PBN) yang dijalankan UNIGA bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi fondasi karakter yang harus dimiliki setiap warga negara.
“PBN adalah modal dasar soft skill: keberanian, ketangguhan, disiplin, keseriusan, dan pantang menyerah. Itu sangat penting. Kami berencana mengundang tenaga ahli dari Lemhannas untuk memperkuat perspektif ini, sekaligus memberi masukan dari daerah untuk dirumuskan dalam skala nasional,” ungkap Bupati.
Ia juga menyampaikan selamat kepada para lulusan, berharap capaian akademik ini menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas pengabdian bagi kemajuan Kabupaten Garut.
1.160 Lulusan, Fakultas Ekonomi Penyumbang Terbanyak
Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, melaporkan bahwa wisuda kali ini diikuti oleh lulusan dari berbagai jenjang dan fakultas. Berikut rinciannya:Program/Fakultas Jumlah Wisudawan Program Pascasarjana 54 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 184 Fakultas Teknik (FTEKNIK) 59 Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) 186 Fakultas Komunikasi dan Informasi (FKOMINFO) 133 Fakultas Kewirausahaan (FKWU) 71 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 74 Fakultas Ekonomi (FEKON) 320 Fakultas Pertanian (FAPERTA) 79 TOTAL 1.160
Fakultas Ekonomi mencatatkan diri sebagai penyumbang lulusan terbanyak dengan 320 wisudawan, disusul FPIK (186) dan FMIPA (184).
Dalam pesan penutupnya, Irfan Nabhani berpesan agar para wisudawan tidak hanya membawa gelar, tetapi juga tanggung jawab moral.
“Hari ini saudara berdiri setara sebagai lulusan UNIGA. Bawa ilmu, iman, dan amal. Jaga nama baik almamater. Kontribusikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Garut Punya Potensi, Lulusan UNIGA Punya Modal
Wisuda Angkatan ke-XLIII ini menjadi momentum penegasan bahwa UNIGA bukan sekadar pencetak ijazah, tetapi pencetak pemimpin masa depan. Dengan dukungan Lemhannas RI dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman: digitalisasi, ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan geopolitik.
Garut memiliki sumber daya alam melimpah. Kini, saatnya memiliki sumber daya manusia unggul yang siap mengelolanya.
#WisudaUNIGA #LemhannasRI #BelaNegara #PendidikanKarakter #GarutBangkit #1.160LulusanUNIGA #KampusPeradaban










