[Locusonline.co] BANDUNG – Kabar gembira datang dari sektor pendapatan daerah Kota Bandung. Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan di atas 15 persen, menjadi fondasi kokoh bagi pembiayaan pembangunan dan peningkatan layanan publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa lonjakan ini tidak terlepas dari peran vital sektor usaha, khususnya restoran dan hotel, yang menunjukkan kepatuhan membayar pajak.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pengelola restoran yang telah patuh membayar pajak 10 persen,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (19/2/2026).
Restoran: Pahlawan PAD dengan Kepatuhan Tinggi
Sektor restoran menjadi primadona dalam struktur PAD Kota Bandung. Meningkatnya kesadaran dan kepatuhan para pengusaha kuliner dalam menyetorkan pajak menjadi faktor utama kenaikan ini. Dengan ribuan restoran dan rumah makan yang beroperasi di kota kreatif ini, kontribusi sektor kuliner terhadap kas daerah sangat signifikan.
Pemerintah Kota Bandung terus mendorong iklim usaha yang sehat, di mana kepatuhan pajak berbanding lurus dengan keberlanjutan usaha dan kualitas layanan publik.
Hotel: Strategi Tepat di Tengah Tantangan Okupansi
Di sektor perhotelan, cerita yang menarik justru terjadi. Meskipun tingkat hunian hotel secara umum mengalami penurunan, penerimaan pajak hotel tetap meningkat. Fenomena ini disebabkan oleh dua faktor utama:
- Kenaikan tarif hotel, yang secara otomatis meningkatkan nilai pajak yang disetorkan.
- Dominasi hotel berbintang yang mencatat tingkat okupansi lebih baik dibanding hotel non-bintang, sehingga kontribusi pajaknya tetap signifikan.
Namun, Farhan mengakui bahwa hotel non-bintang justru mengalami okupansi lebih rendah. Ia menduga masih ada pelaku usaha yang belum optimal dalam pelaporan pajak.
“Kalau mereka melapor, ada banyak bantuan yang bisa kita berikan,” katanya, membuka ruang dialog dan pembinaan.
Pembinaan Khusus untuk Hotel Non-Bintang
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Bandung berencana menyiapkan program pembinaan khusus bagi hotel non-bintang. Bantuan yang akan diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga teknis, termasuk:
- Pendampingan pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri untuk memenuhi standar lingkungan
- Edukasi tata kelola usaha yang baik dan transparan
- Fasilitasi akses pembiayaan atau kemitraan dengan platform digital
Langkah ini diharapkan mampu mengangkat performa hotel non-bintang, sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak mereka.
Fondasi Pembangunan yang Kokoh
Farhan menegaskan bahwa peningkatan PAD bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah fondasi penting bagi pembiayaan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dan layanan publik.
Dengan fiskal yang sehat dan kepatuhan pajak yang terus meningkat, Pemkot Bandung optimistis dapat memperluas ruang gerak pembangunan tanpa membebani masyarakat. Artinya, proyek-proyek strategis seperti perbaikan jalan, penerangan umum, dan fasilitas publik lainnya dapat direalisasikan lebih cepat dan lebih berkualitas.
Jaga Ekosistem, Patuh Pajak, Bandung Maju
Pesan Farhan di akhir pernyataannya menjadi kesimpulan yang tepat: “Kita jaga ekosistem usaha tetap tumbuh, tapi juga patuh. Itu kuncinya.”
Kepatuhan pajak dari para pelaku usaha, terutama restoran dan hotel, adalah kunci keberlanjutan pembangunan Kota Bandung. Dengan PAD yang kuat, pemerintah memiliki modal untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan terbaik bagi warganya.
Terima kasih kepada para pengusaha kuliner dan perhotelan yang telah menjadi pahlawan PAD. Kini, giliran pemerintah untuk membuktikan bahwa pajak yang Anda bayarkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan kesejahteraan. (**)














