BandungEkonomi

Ekosistem Ekonomi Kreatif Bandung Diperkuat: Akses Modal Dibuka, Ruang Kreatif Kian Tumbuh

rakyatdemokrasi
×

Ekosistem Ekonomi Kreatif Bandung Diperkuat: Akses Modal Dibuka, Ruang Kreatif Kian Tumbuh

Sebarkan artikel ini
Ekosistem Ekonomi Kreatif Bandung Diperkuat, Akses Modal Dibuka, Ruang Kreatif Kian Tumbuh locusonline featured image Feb
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung semakin serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan daerah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peran pemerintah bukanlah menjadi pelaku usaha, melainkan memastikan ekosistem kreatif tumbuh sehat, kompetitif, dan inklusif.

“Kami harus memberikan kesempatan seluas-luasnya, termasuk akses terhadap venture capital kepada para pelaku ekonomi kreatif,” ujar Farhan.

tempat.co

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Bandung tidak hanya akan memfasilitasi ruang kreatif, tetapi juga membuka pintu bagi sumber pendanaan alternatif yang selama ini menjadi kendala klasik para pelaku kreatif.

Membuka Akses Modal, Menjaga Persaingan Sehat

Farhan mengakui bahwa jumlah pelaku ekonomi kreatif di Bandung sangat besar. Dari desainer, musisi, sineas, hingga seniman rupa, semuanya tumbuh subur di kota ini. Namun, besarnya jumlah pelaku juga berarti persaingan yang semakin ketat. Di sinilah pemerintah harus hadir sebagai regulator yang adil.

“Terpenting adalah persaingan yang seimbang dan kesempatan yang sama, ” tegasnya.

Pemerintah, menurut Farhan, bertugas:

  • Membuka akses pembiayaan – Mempertemukan pelaku kreatif dengan investor, venture capital, dan lembaga keuangan.
  • Menjaga regulasi yang tidak mematikan inovasi – Aturan harus melindungi, bukan menghambat.
  • Menciptakan sistem kompetisi yang adil – Agar semua pelaku, dari skala mikro hingga besar, punya peluang yang sama untuk tumbuh.

Ruang Kreatif: Dari Pasar Kosambi hingga Trunojoyo

Salah satu indikator positif menguatnya ekosistem kreatif adalah bermunculannya ruang-ruang kreatif baru di berbagai sudut kota. Farhan menyebut Pasar Kosambi sebagai contoh nyata bagaimana sebuah kawasan bisa bertransformasi menjadi referensi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Tak hanya Kosambi, kawasan seperti Jalan Trunojoyo dan sejumlah ruang kreatif lainnya juga terus berkembang menjadi simpul-simpul kolaborasi. Di sinilah para pelaku kreatif bertemu, bertukar ide, dan menciptakan karya-karya baru yang memperkaya khazanah budaya Bandung.

Data dan Efisiensi: Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Farhan juga menekankan pentingnya data dan efisiensi dalam membangun sektor ekonomi kreatif. Tanpa data yang akurat, kebijakan bisa salah sasaran. Tanpa efisiensi, anggaran bisa habis tanpa dampak nyata.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung terus mendorong digitalisasi data dan simplifikasi prosedur agar pelaku kreatif mudah mengakses berbagai program dukungan pemerintah.

Optimisme: Ekonomi Kreatif Jadi Tulang Punggung Bandung

Dengan ekosistem yang sehat, akses modal yang terbuka, dan ruang kreatif yang terus tumbuh, Farhan optimistis ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Bandung. Lebih dari itu, sektor ini juga memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas nasional.

“Kami harus memberikan kesempatan seluas-luasnya. Karena dari sanalah lahir inovasi, lapangan kerja, dan kebanggaan sebagai warga Bandung,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow