ArtikelfeaturedHukumLifestyleNasionalNews

Live TikTok Menteri, Gift Mengalir: KPK Ingatkan, Jangan Sampai “Paus” Jadi Gratifikasi

bhegins
×

Live TikTok Menteri, Gift Mengalir: KPK Ingatkan, Jangan Sampai “Paus” Jadi Gratifikasi

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image 10ux6v10ux6v10ux
Gambar AI
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

“Mekanisme pelaporan telah tersedia dan mudah diakses. Tinggal bagaimana para pejabat memastikan setiap interaksi di ruang publik termasuk ruang digital tetap berada dalam koridor integritas.”

LOCUSONLINE, JAKARTA – Fenomena pejabat publik tampil di media sosial kini memasuki babak baru. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diajak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berhati-hati terkait potensi gratifikasi setelah muncul pemberian hadiah dari warganet saat dirinya tampil dalam siaran langsung TikTok melalui akun putranya, Yuda Purboyo Sunu.

tempat.co

Melansir berita Antaranews.com, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, apabila terdapat keraguan atas status hadiah yang diterima, langkah paling aman adalah berkonsultasi atau melaporkannya.

“Jika ragu, maka dapat dikonsultasikan ataupun dilaporkan. Terlebih, pelaporan gratifikasi itu sangat mudah, bisa online melalui gol.kpk.go.id atau melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang ada di Kemenkeu, pun juga bisa dengan lapor langsung ke KPK,” ujarnya di Jakarta, Kamis. 26/2

KPK menyampaikan apresiasi atas sikap kehati-hatian yang ditunjukkan Purbaya. Menurut Budi, kesadaran terhadap potensi benturan kepentingan merupakan langkah preventif yang patut dicontoh pejabat publik lainnya.

Namun demikian, KPK juga memberikan saran praktis: mematikan fitur penerimaan hadiah saat melakukan siaran langsung di platform digital. Langkah ini dinilai dapat mencegah munculnya persepsi maupun risiko hukum di kemudian hari.

Baca Juga : Kutip Pengakuan Wakil Bupati, GLMPK Desak Putri Karlina Bongkar Dugaan Permainan Proyek dan Jual Beli Jabatan di Pemkab Garut

Budi mengaitkan imbauan tersebut dengan kisah integritas Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso, mantan Kapolri yang dikenal menutup usaha toko bunga milik istrinya demi menghindari potensi konflik kepentingan akibat jabatannya. Pesan moralnya sederhana: jabatan publik menuntut standar kehati-hatian lebih tinggi dibanding warga biasa.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow