LOCUSONLINE, SUKABUMI – Ruang kelas seharusnya jadi tempat murid menimba ilmu, bukan menakar risiko reruntuhan. Namun beberapa bulan terakhir, satu bangunan kelas di SMP N 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan dalam kondisi rusak dan memprihatinkan.
Kerusakan itu memicu respons dari Dinas Pendidikan setempat. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SMP Disdik Kabupaten Sukabumi, Zetta Nusantara Putra, menginstruksikan pihak sekolah untuk menurunkan genteng sebagai langkah darurat guna mengurangi potensi bahaya.
Menurut Zetta, idealnya pembongkaran dilakukan beserta rangka kayu penopang. Namun keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan. Penurunan seluruh struktur dinilai membutuhkan biaya besar. Karena itu, solusi sementara yang diambil adalah melepas genteng terlebih dahulu.
“Untuk sementara gentengnya saja yang diturunkan agar mengurangi risiko,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga : Pangandaran Bergetar Tipis: Magnitudo 3,1 Datang, Goyang Gantungan Saja
Langkah tersebut, kata dia, terbukti mencegah dampak lebih besar. Saat hujan deras mengguyur semalaman, rangka kayu dilaporkan ambruk. Beruntung, genteng sudah lebih dulu diturunkan sehingga tidak menimpa sisi bangunan lainnya yang kondisinya relatif lebih baik.
Meski demikian, ia kembali meminta pihak sekolah agar sisa genteng di bagian lain juga segera diturunkan untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan lanjutan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur pendidikan tak bisa hanya ditambal dengan solusi sementara. Ketika ruang belajar mulai rapuh, yang dipertaruhkan bukan sekadar bangunan, tetapi keselamatan dan kenyamanan peserta didik.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










