LOCUSONLINE, BANDUNG – Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jawa Barat diminta berhenti nyaman jadi penonton di pasar sendiri. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan Program Inkubasi IKM 2026, menggandeng kalangan akademisi untuk mendorong pelaku usaha naik kelas bukan cuma bertahan hidup di tengah gempuran produk impor.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menyampaikan sebanyak 200 IKM terpilih akan mengikuti program inkubasi tersebut. Seleksi dilakukan melalui pendaftaran daring yang dibuka mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026.
Selama tiga bulan masa inkubasi, peserta tidak sekadar diberi motivasi, tetapi pendampingan intensif. Fasilitas yang disiapkan meliputi diagnosis kesehatan bisnis, kelas manajemen usaha, strategi pemasaran, penguatan merek, hingga penyusunan pitching deck bagi yang ingin melirik investor.
Program ini turut melibatkan Science Techno Park Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia. Peserta akan mendapatkan pelatihan eksklusif dari praktisi bisnis dan akademisi, serta fasilitasi sertifikasi seperti halal, HAKI merek, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai kebutuhan usaha.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gelar wicara daring pada Kamis (25/2/2026) yang menghadirkan Nining Yuliastiani, CEO PT Sainsgo Karya Indonesia Yolla Miranda, dan Direktur STP UI Chairul Hudaya sebagai narasumber. Peserta berasal dari pelaku IKM se-Jawa Barat, asosiasi usaha, serta perwakilan Disperindag kabupaten/kota.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












