GARUT – Garut kembali viral, setelah dua akun berbeda di media sosial yang menayangkan dua peristiwa yang berbeda. Pemilik akun Satria menyebarkan video pengakuan dugaan pemerasan. Sementara akun penasakti.com menayangkan hasil klarifikasinya terkait kasus dugaan pengkondisian salah satu dugaan penyalahgunaan bantuan dana hibah ke salah satu PKBM.
Kali ini nama Polres Garut yang menjadi perhatian setelah video viral di media sosial yang di upload atas nama Satria. Pada video tersebut nampak salah seorang laki-laki mengatakan dengan gamblang tentang prilaku oknum Polisi di Polres Garut yang meminta uang sebanyak Rp30 Juta.
“Akibat musibah, sekarang dimintai hampir Rp 30 Juta. Yang diminta sama Kanit Rp 30 juta, satu orang Rp 3 juta, sudah dipatok harus jadi,” katanya.
Pria yang belum jelas siapa nama dan alamat lengkapnya itu juga mengatakan, bahwa oknum Polres Garut yang meminta uang sebanyak itu adalah seorang Kepala Unit (kanit) di Polres Garut.
“Yang meminta uang itu Kanit Tipidter yang berasal dari seberang (diluar pulau jawa),” ujar sumber dengan menggunakan bahasa Sunda.
Sampai dengan hari Kamis (26/02/2026) video tersebut sudah ditonton sebanyak 1603 kali dengan 251 komentar. Namun, sejak hari Sabtu (28/02/2026) video tersebut sudah hilang. Belum ada kejelasan siapa yang telah menghapus video tersebut, apakah oleh pemilik akun Satria, atau ada pihak lain.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, video viral dengan durasi 1 menit lebih itu diduga dihapus oleh pemilik akun atas permintaan nara sumber yaitu pria yang ada pada pada video itu.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues









