[Locusonline.co] BANDUNG – Jembatan Pasupati, ikon kebanggaan warga Bandung, kini menyimpan cerita kelam. Hampir setiap pekan, selalu ada warga yang nekat mengakhiri hidup dengan melompat dari jembatan tersebut. Pemerintah Kota Bandung tak lagi tinggal diam. Alarm darurat kesehatan mental pun dibunyikan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas fenomena ini. Ia menegaskan bahwa tingkat stres dan depresi warga sudah mencapai titik yang tidak bisa diabaikan.
“Fenomena bunuh diri di Kota Bandung ini menunjukkan bahwa tingkat stres dan depresi warga sudah tidak bisa diabaikan lagi. Terbukti hampir setiap minggu selalu ada saja orang yang berusaha bunuh diri di Bandung, khususnya di Jembatan Pasupati,” ujar Farhan, Senin (9/3/2026).
5 Percobaan dalam Dua Pekan, Patroli Tak Cukup
Camat Bandung Wetan, Rizka Aryani, yang wilayahnya membawahi kawasan Pasupati, membeberkan data yang mencemaskan. Dalam dua pekan terakhir, setidaknya telah terjadi lima kali percobaan bunuh diri di jembatan tersebut.
“Dua pekan berjalan itu sudah lima kali kejadian. Yang terekspos di media sosial mungkin hanya tiga, tapi sebenarnya lebih dari itu. Alhamdulillah beberapa bisa dicegah karena patroli atau karena warga yang kebetulan lewat,” kata Rizka, Selasa (10/3/2026).
Patroli gabungan yang melibatkan kecamatan, Koramil, Polsek, dan unsur kewilayahan telah diintensifkan. Namun, dengan keterbatasan personel (Linmas hanya sekitar 25 orang), Rizka mengakui patroli saja tidak cukup.
Bukan Spontan, Tapi Akumulasi Depresi
Farhan menjelaskan bahwa tindakan bunuh diri hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Di balik setiap percobaan, ada akumulasi tekanan psikologis yang panjang.
“Biasanya mereka sudah mengalami depresi selama dua tahun terakhir, bahkan depresi yang sangat kuat. Jadi bunuh diri itu hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Artinya, penanganannya harus dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Data survei menunjukkan, sekitar 75 ribu pelajar di Kota Bandung dari tingkat SD hingga SMA mengalami stres ringan hingga depresi berat. Angka ini menjadi dasar bagi Pemkot untuk memulai intervensi dari lingkungan pendidikan.
Layanan Psikolog di Puskesmas dan Pelatihan Guru BK
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung akan menggelar layanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Kesehatan untuk menempatkan psikolog klinis di puskesmas.
“Di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis. Pada saat bersamaan para psikolog juga akan melatih guru BK agar mampu mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis,” kata Farhan.
Meski demikian, dari sekitar 80 puskesmas di Kota Bandung, layanan ini akan dimulai secara bertahap karena keterbatasan tenaga psikolog klinis.
Pasupati: Bukan Sekadar Jembatan, Tapi Simbol Persoalan
Pemerintah kota juga tengah mengkaji langkah pengamanan di Jembatan Pasupati. Opsi seperti pemasangan CCTV untuk pengawasan ketat, peninggian pembatas, hingga pemasangan jaring pengaman tengah dipertimbangkan.
Farhan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat infrastruktur tersebut merupakan kewenangan pusat. Namun, ia mengingatkan bahwa solusi fisik saja tidak akan cukup.
“Kalau pengamannya ditinggikan pun bisa saja dipanjat. Memasang jaring juga tidak sederhana karena harus cukup kuat menahan orang. Jadi banyak aspek teknis yang harus dipertimbangkan, ” ujarnya.
Harapan: Tangani Akar Masalah, Bukan Sekadar Gejala
Rizka Aryani menegaskan bahwa persoalan bunuh diri tidak bisa diselesaikan hanya dengan pagar tinggi atau patroli ketat. Akar masalahnya adalah kesehatan mental warga yang semakin rentan.
“Ini sebenarnya bukan hanya masalah pengamanan di Pasupati. Tapi bagaimana kita menangani persoalan mental health warga. Sekarang semakin banyak warga yang mengalami tekanan mental,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, dapat terlibat dalam upaya pencegahan. Karena ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus ditangani bersama.
Lima percobaan dalam dua pekan adalah alarm yang tak bisa diabaikan. Jembatan Pasupati tidak boleh menjadi simbol keputusasaan. Dengan layanan psikolog di puskesmas, pelatihan guru BK, dan pengawasan yang diperketat, Pemkot Bandung berupaya menyelamatkan warganya dari jurang depresi. Namun, yang terpenting adalah kesadaran kolektif bahwa kesehatan mental adalah tanggung jawab kita bersama.













