LOCUSONLINE, GARUT – Setiap musim Lebaran, perjalanan mudik bukan sekadar soal pulang kampung, tetapi juga tentang latihan kesabaran di balik kemudi. Tahun ini, jalur selatan Jawa Barat yang melintasi Kabupaten Garut diprediksi kembali dipadati kendaraan pemudik pada Lebaran 2026.
Bagi para pemudik yang berencana melintasi wilayah Garut, ada beberapa titik yang layak diwaspadai. Lima lokasi di jalur tersebut dikenal sebagai trouble spot atau titik rawan kemacetan yang hampir selalu muncul dalam “agenda tahunan” arus mudik.
Secara umum, terdapat dua jalur utama yang biasa digunakan pemudik ketika melintasi Garut. Jalur pertama adalah rute Limbangan-Malangbong, sementara jalur kedua menghubungkan kawasan Kadungora hingga Leles.
Jalur Kadungora-Leles menjadi akses penting bagi kendaraan yang datang dari arah Bandung menuju pusat kota Garut melalui kawasan Nagreg. Jalur sepanjang sekitar 27 kilometer ini membentang hingga kawasan Tarogong.
Arus kendaraan di jalur tersebut biasanya didominasi oleh pemudik lokal yang kembali ke kampung halaman dari kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta menuju pusat kota Garut maupun wilayah Garut bagian selatan.
Selain pemudik, jalur ini juga kerap dipadati wisatawan yang hendak mengunjungi berbagai destinasi wisata di Garut selama masa libur Lebaran.
Baca Juga : Kunjungan Wisatawan ke Garut Naik, Tingkat Hunian Hotel Justru Turun
Sementara itu, jalur Limbangan-Malangbong dikenal sebagai salah satu rute paling sibuk di jalur selatan. Rute sepanjang sekitar 37 kilometer ini menghubungkan kawasan Nagreg hingga Ciawi, sekaligus menjadi penghubung utama antara Bandung, Tasikmalaya, hingga wilayah Jawa Tengah.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











